Rencana dengan Tuhan
Di ruang yang menelan arti kamar
Ku patahkan tulangku sendiri
Kurajut bersama kasur paruh baya
menatap atap yang seolah mengerti:
Bahwa hari ini adalah akhir dunia
Rasanya ingin menghilang dalam lelap
Berharap esok seperti mereka :
Memberi ruang pada lapar
Tanpa bersusah payah mengeringkan keringat menjadi garam
Terkadang tuhan menyusun cerita dengan selera-Nya sendiri
jika nanti aku mampu membeli dunia
duduklah bersamaku
kita menawar nasib untuk esok yang bisa dimakan.
Karya: Navisatul Amaliah, pecinta puisi dan sajak.
Editor : Sidkin