Perjalanan Setengah Windu
Ku susuri sesak-sesak dan rindu
Ku lewati suka-suka dan tawa
Ku lewati pula hujan badai yang melanda
Setengah windu tak melulu jalan lurus semata
Ia adalah jalur selatan Jawa
Penuh liku, naik turun, rawa hingga hutan belantara
Setengah windu tak melulu soal cinta
Ia adalah kasih yang terombang-ambing diantara simpangan
Ia adalah pelik-pelik kehidupan
Ia adalah ombak yang membawa ke seberang
Setengah windu tak melulu soal rindu
Meski banyak juga rindu berkuasa disana
Setelah windu mengajarkan arti jarak, sabar dan tunggu
Ia adalah pelukan diri terhadap semesta
Setengah windu ku juga bertanya
Mau dibawa kemana arah realita
Mau dibawa kemana cerita dan kenangan yang diukir sepanjang jalannya
Setengah windu juga soal cerita
Cerita menuju senja yang selalu dinanti insan-insan kesibukan kota
Cerita menunggu malam yang selalu ditunggu kejoranya
Cerita menanti pagi dalam kantuk menuju kewajibannya
Setengah windu bahkan soal kereta
Kereta yang terus maju sesuai jadwalnya
Kereta yang terus melakukan meski ada pengganggu di jalurnya
Kereta yang terus melaju meski orang-orang berteriak menghentikannya
Setengah windu adalah soal waktu
Waktu berkelana ke alam raya
Waktu berguru ke semua manusia
Waktu belajar dimanapun tanah diinjaknya
Setengah windu adalah soal pelukan
Pelukan yang mengajarkan keikhlasan
Pelukan yang menanti kerinduan
Pelukan yang menerima segala keadaan
Setengah windu bukan waktu yg singkat
Tapi tetap saja, beberapa harinya terasa lambat
Setelah windu adalah perjalanan
Bagian-bagian dari sepenggal cerita kehidupan
Setengah windu,
Ku menuntaskan
Dan,
Ku ikhlaskan
(Mahasiswa Politeknik Negeri Jember, Anggota UKM Teater Kotak 2024-2025)
Editor : Sidkin