Warung di Ujung Gang, Puisi Karya Muhammad Taofik

Sidkin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Warung di Ujung Gang. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi Warung di Ujung Gang. (Ijal/AI/Halojember)

 

Warung di Ujung Gang


Warung itu belum juga tutup
Meski malam sudah menelan jalan.
Seorang ibu menghitung receh
Sambil menunggu pembeli terakhir pulang
Di atas meja, kopi mengepulkan doa
Gorengan tinggal dua
Barangkali hidup memang sesederhana ini: menjaga api tetap menyala
Meski yang datang belum tentu membeli

Karya: Muhammad Taofik
(Mahasiswa sejarah UIN KHAS Jember asal Probolinggo, suka menulis dan berkarya)

Editor : Sidkin
SEDERHANA warung puisi gorengan