Mengelola Luka
Keunggulan Rasulullah ketimbang para nabi terdahulu,
lantaran kepiawaiannya dalam menanggung
luka-luka masa lalu yang ditorehkan para musuhnya.
Rasulullah bahkan tidak memilih balas dendam
pada saat legitimasi kekuasaan sudah berada
dalam genggamannya,
tetapi justru dengan cerdas beliau mengubah luka-luka
menjadi cinta yang memancar kepada manusia
dan seluruh semesta.
Inilah tipikal sejati yang pantas dan layak
disebut manusia yang sudah selesai dengan dirinya.
Karya: ENZEN OKTA RIFA’I, Alumnus Internasional University of Africa, Republik Sudan.