Dinding yang Berpeluh, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Sidkin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi dinding yang berpeluh. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi dinding yang berpeluh. (Ijal/AI/Halojember)

 

Dinding yang Berpeluh


Tak pernah terpikir olehku, tentang tangan yang menggenggam, tentang tubuh yang berpeluk erat, tentang keringat yang menetes deras. 
Baru saja aku melewati malam yang panjang. Tak ada keriuhan, hanya menyisakan dengkuran yang bisa jadi kuanggap seperti pujangga. Terasa memabukkan-
Atap yang ku kira dingin, ternyata setelahku nikmati, hangat mengalir dalam tubuhku, atap itu tak berembun, ia hanya menyimpan sunyi yang perlahan mengajarkanku tentang kehangatan. 
Sedang dinding menjadi saksi bisu
Di mana tersirat oleh waktu, di mana tersurat oleh rayuan kalbu....
Retorikaku tetap bersama peluh dinding itu..

 

Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

 

Editor : Sidkin
Dinding Tangan yang menggenggam puisi