Bertasbih, Puisi Karya Syariful Hidayat

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)

 

Bertasbih

Laut bertasbih dengan gelombangnya
Burung bertasbih dengan kicaunya
Bunga di taman dengan wanginya
Pohon bertasbih dengan rindangnya

Angin bertasbih dengan hembusannya
Hujan bertasbih dengan tetesannya
Gunung bertasbih dalam diamnya
Bumi bertasbih dengan seluruh isinya

Matahari bertasbih dengan cahayanya
Bulan bertasbih dengan sinarnya
Bintang bertasbih dalam kerlipnya
Langit bertasbih dengan luasnya

Segala yang hidup memuji nama-Nya
Segala yang ada tunduk pada-Nya
Tak satu pun luput dari tasbih-Nya
Tak satu pun lepas dari kuasa-Nya

Lalu aku…
yang sering alpa dalam mengingat-Nya
yang sering lalai dalam syukur-Nya,
mengapa masih jauh dari tasbih-Nya?

Jika laut tak pernah lelah dengan gelombangnya
Jika burung tak pernah jemu dengan kicaunya
Jika bunga tak pernah lupa dengan wanginya
Mengapa lisanku masih berat menyebut nama-Nya?

Ya Rabb, lembutkanlah hatiku dengan cinta-Mu
basahkanlah lisanku dengan zikir kepada-Mu
teguhkanlah langkahku di jalan-Mu
hingga setiap napasku menjadi tasbih bagi-Mu


Puisi Karya Syariful Hidayat, Alumnus Sastra Unej, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember.

Editor : Sidkin
kicau bertasbih -Nya alam