Sebatang Sore
Tembakau digulung perlahan,
di antara jari dan sisa cahaya.
Aromanya tinggal di telapak,
seperti sesuatu yang tak sempat diberi nama.
Sebatang selesai sebelum petang,
sebatang lagi menyusul
dari daun-daun yang dikeringkan musim.
Di atas meja,
tak ada yang bertanya
berapa lama sebuah tangan
harus menunggu nyala.
Karya: Muhammad Taofik, Mahasiswa Sejarah UIN KHAS Jember asal Probolinggo
Editor : Sidkin