Hindari Langkah Setan, Puisi Karya Enzen Okta Rifa'i

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)

 

Hindari Langkah Setan

 
Orang yang melangkah ke masa depan,
baik yang selaras dengan rencana Tuhan
maupun yang menuruti langkah-langkah setan
akan mudah terlihat dari sikap dan karakter kesehariannya.
Semua hasil karya dan kreasinya,
baik yang berupa ide dan pemikiran,
maupun yang berbentuk karya material
dan bangunan fisik (arsitek),
sangat bergantung pada pola pemikiran
dan pandangan hidupnya.
Jika dia seorang penganut Satanisme,
agnostik maupun atheistik,
akan mudah baginya melahirkan karya-karya absurd
yang berpangkal dari kekacauan (chaos)
dan sikap skeptis dan su’udzon terhadap Tuhan
dan segala ciptaan-Nya.
Karena bagaimana pun, Tuhan hanya akan berbuat
sesuai dengan prasangka hamba-hamba-Nya.
Namun, jika dia seorang beriman yang baik dan saleh,
berarti jalan hidupnya pasti selaras dengan agenda Tuhan.
Ia akan menjadi khalifah yang baik di muka bumi,
berniat membangun peradaban umat dengan ikhlas,
tak peduli apakah orang memandang baik ataukah buruk.
Sebab, yang menjadi pusat perhatiannya
adalah penilaian Allah dan para penduduk langit
yang memuji kebesaran dan keagungan Sang Pencipta.
Sedangkan para kreator yang atheis dan ahumanis,
mereka hanya ingin bersembunyi dari pandangan Allah,
sambil sibuk pontang-panting ingin dianggap mulia
dalam penglihatan manusia yang bersifat kasatmata,
fana dan sementara.
Selain itu, mereka yang merasa dirinya suci
dan merasa telah beramal saleh,
kebanyakan hanya kaum atheisme berbaju agama,
yang akan sirna segala amal perbuatannya,
dikarenakan kualitas ketakwaan
dan keikhlasannya yang rendah.
Segala amal perbuatannya didasarkan persaingan duniawi,
ingin sukses dan menang sendiri,
dendam dan suka menghasut (hasad).
Sehingga, Rasulullah dengan tegas memperingatkan,
bahwa amal-amal kebaikan seorang penghasut,
kelak akan musnah dan binasa,
bagaikan api yang memakan kayu-kayu bakar.

 

Karya Enzen Okta Rifa'i, Alumnus Internasional University of Africa, Republik Sudan, menulis puisi dan esai di berbagai media nasional, luring dan daring.

Editor : Sidkin
ide dan pemikiran suci mulia masa depan