BONDOWOSO, Halo Jember - Tarian saman kembali menjadi sorotan positif di Kecamatan Curahdami, Bondowoso.
Setelah sempat meredup sejak era 1990-an, kini seni tari bernuansa Islami itu kembali digalakkan.
Terutama dalam berbagai momen perayaan keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, hingga pesta pernikahan dan hajatan warga.
“Tari saman ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarat puji-pujian dan pesan moral keagamaan. Busananya tertutup, syairnya mengandung dakwah,” ujar Camat Curahdami, Raden Saudia Yourdan Islami Taufik.
Di tengah pergeseran budaya dan masuknya hiburan yang kurang pantas, seperti fenomena pargoy.
Maka, tambahnya, tarian saman menjadi solusi untuk mengedepankan budaya bermartabat.
“Curahdami punya warisan religius yang kuat. Kami tidak ingin identitas itu hilang karena arus budaya yang tidak sesuai,” tegasnya.
Menurutnya, tari saman yang digerakkan secara kelompok ini menjadi perekat sosial.
Baca Juga: Tari Bedoyo Argo Yuwono Jember, Kaya Makna dan Sejarah
Bahkan, simbol semangat kebersamaan dan pelestarian nilai-nilai lokal berbasis agama.
“Saya berharap tari saman menjadi ikon seni di Curahdami yang membedakan kami dengan kecamatan lain. Di wilayah kami, nilai agama dan budaya menyatu dalam satu harmoni,” pungkasnya. (faq/dwi)
Editor : Sidkin