Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

PCNU Ini Ngaji Budaya, Ada Pagelaran Wayang Juga, NU di Tempatmu Agar Lain Tidak Gaes?

Hariri HJ • Selasa, 17 Maret 2026 | 16:00 WIB
Suasana Ngaji Budaya dengan pagelaran wayang. (Foto: Lesbumi PCNU Purbalingga)
Suasana Ngaji Budaya dengan pagelaran wayang. (Foto: Lesbumi PCNU Purbalingga)

HALOJEMBER - Ngaji Budaya. Begitu yang yang digelar oleh Lesbumi PCNU Purbalingga bekerja sama dengan Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga, FP Sebantara, dan Dewan Kesenian Purbalingga.

Pagelaran ini ada wayang, pembacaan puisi, yang di helat Senin malam 16 Maret 2026. Tempatnya di Aula Gedung PCNU Purbalingga ini dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.

Banyak yang hadir dalam giat ini, dari badan otonom dan lembaga PCNU, seniman, hingga budayawan.

Baca Juga: Tradisi Menyambut Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia, Sarat Budaya dan Kearifan Lokal

Acara dibuka dengan parade baca puisi yang menghadirkan sejumlah penyair dan seniman.

Agustav Triono, ketua Katasapa Purbalingga mengawali penampilan dengan puisi “Aku Ingin Tertanam” yang dibawakan secara ekspresif dan penuh penghayatan. Penampilan kemudian berlanjut dengan berbagai puisi bernuansa religius dari para pegiat seni.

Kolaborasi menarik ditampilkan oleh Yudiono Bawor dari Sanggar Samudra yang memadukan pantomim dengan puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda.

Baca Juga: Bahaya Pinjol, Korbannya Diviralkan Jadi Pelaku Cabul, Data Pribadi Disebar dan Dikabarkan Hoax Lainnya, Kasusnya Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Selain itu, Deka Aepama Katasapa membacakan karya Acep Zamzam Noor, disusul penampilan dari Galih Teater Proses, Trisnanto Budidoyo ketua DKP, serta Arin Hidayat yang menyuguhkan musikalisasi shalawat.

Suasana semakin menyentuh saat Fajar Sukron membacakan puisi diiringi alunan rebab oleh Lintang Rencono.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Zulfikar Omen dengan gaya santai namun tetap menjaga kekhidmatan.

Baca Juga: Viral! Karyawan SPPG Purbalingga Disebut Hina Rakyat, Pelaku Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan orasi budaya oleh Prof. Supriyanto dari UIN Saizu Purwokerto.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Islam, seni, budaya, dan kemanusiaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Suasana Ngaji Budaya dengan bernyanyi diiringi gitar. (Foto: Lesbumi PCNU Purbalingga)
Suasana Ngaji Budaya dengan bernyanyi diiringi gitar. (Foto: Lesbumi PCNU Purbalingga)

 Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablumminallah) dan hubungan antar sesama (hablumminannas).

“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi terlepas dari realitas sosial, seperti masih gemar menggunjing atau menyakiti orang lain,” ungkapnya.

Ketua PCNU Purbalingga, H. Ulil Archam, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang refleksi, khususnya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Baca Juga: Viral! Karyawan SPPG Purbalingga Disebut Hina Rakyat, Pelaku Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Sementara itu, Ketua Lesbumi, Ryan Rachman, menegaskan bahwa seni budaya memiliki peran penting dalam dakwah Islam.

Ia mencontohkan bagaimana para Wali Songo memanfaatkan seni sebagai media penyebaran ajaran Islam.

Rangkaian Ngaji Budaya ditutup dengan pertunjukan Wayang Hastabrata oleh FP Sebantara dengan dalang Ki Surotomo.

Dalam pementasan tersebut, disampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.

Melalui perpaduan seni, sastra, dan refleksi spiritual, Ngaji Budaya di Purbalingga kembali membuktikan bahwa ruang kebudayaan dapat menjadi jembatan antara nilai religius dan kehidupan sosial masyarakat.

Editor : Hariri HJ
#PCNU Ini Ngaji Budaya #Pagelaran Wayang #NU di Tempatmu Agar Lain #baca puisi #wali songo