Halojember _ Tari Lahbako merupakan salah satu kesenian tradisional yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris di Jember. Tarian ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Jember sebagai daerah penghasil tembakau berkualitas tinggi.
Nama “lahbako” sendiri berasal dari kata dalam bahasa lokal yang berarti tembakau. Sejak masa kolonial, Jember dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan tembakau terbaik, bahkan hingga ke pasar internasional. Aktivitas para petani, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen tembakau, kemudian menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan dalam Tari Lahbako.
Tarian ini berkembang sebagai bentuk ekspresi rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Gerakan yang ditampilkan biasanya menggambarkan proses pengolahan tembakau, dengan penari membawa daun tembakau sebagai properti utama. Kostum yang digunakan pun identik dengan nuansa hijau dan cokelat, melambangkan kesuburan alam dan hasil panen.
Seiring waktu, Tari Lahbako tidak hanya dipentaskan dalam kegiatan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai acara resmi, festival budaya, hingga penyambutan tamu penting di Jember. Tarian ini juga kerap ditampilkan dalam event besar daerah sebagai simbol identitas lokal.
Kini, Tari Lahbako menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan. Selain sebagai hiburan, tarian ini juga menjadi pengingat akan sejarah dan peran penting sektor perkebunan tembakau dalam membentuk kehidupan masyarakat Jember hingga saat ini.
Editor : Harry Erje