HALOJEMBER — Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat keragaman budaya dunia.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tanah air kita tercatat memiliki 718 bahasa daerah.
Bahasa-bahasa ini tersebar di seluruh pelosok nusantara, dengan wilayah Papua sebagai pemilik bahasa daerah terbanyak, yakni mencapai 326 bahasa.
Baca Juga: 10 Bahasa Daerah di Indonesia yang Wajib Dilestarikann Karena Hampir Punah
Meskipun bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa nasional yang menyatukan seluruh elemen bangsa, data Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mayoritas warga Indonesia masih aktif berkomunikasi menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Dari ratusan bahasa yang ada, berikut adalah 5 bahasa daerah yang paling banyak dikuasai dan dituturkan oleh masyarakat Indonesia saat ini:
1. Bahasa Jawa
Persentase Penutur: Sekitar 42,19% dari total penduduk Indonesia.
Baca Juga: Terancam Punah, Berikut Bahasa yang Langka dan Jarang Digunakan
Wilayah Utama: Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, Banten, dan kawasan transmigrasi di luar Pulau Jawa.
Keterangan: Bahasa Jawa menjadi bahasa daerah dengan penutur terbesar di Indonesia. Karakteristiknya yang unik memiliki tingkatan tutur (seperti ngoko dan krama) tergantung pada lawan bicara yang dihadapi.
2. Bahasa Sunda
Persentase Penutur: Sekitar 15% dari populasi Indonesia.
Wilayah Utama: Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Keterangan: Menempati posisi kedua terbesar, bahasa Sunda dituturkan secara luas oleh masyarakat di bagian barat Pulau Jawa. Sama seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda juga mengenal tingkatan kehalusan bahasa sebagai bentuk penghormatan.
3. Bahasa Madura
Persentase Penutur: Sekitar 4,77% dari populasi Indonesia.
Baca Juga: Menilik Asal Usul Bahasa, Begini Cara Orang Berkomunikasi Pada Zaman Purba
Wilayah Utama: Pulau Madura, kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur, serta komunitas perantauan Madura di berbagai kota besar.
Keterangan: Bahasa Madura memiliki dialek yang cukup khas dengan penekanan intonasi yang kuat. Karena tingginya mobilitas suku Madura, bahasa ini dapat jamak ditemui di luar wilayah asalnya.
4. Bahasa Minangkabau
Persentase Penutur: Sekitar 2,59% dari populasi Indonesia.
Wilayah Utama: Sumatra Barat, bagian barat Riau, pesisir barat Sumatra Utara, Jambi, serta kawasan merantau masyarakat Minang.
Keterangan: Bahasa Minangkabau memiliki kemiripan kosakata yang cukup dekat dengan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia formal, sehingga relatif mudah dipahami oleh masyarakat dari suku lain.
5. Bahasa Musi (Melayu Palembang) / Bahasa Batak
Persentase Penutur: Berkisar antara 2% hingga 2,2% dari populasi Indonesia.
Wilayah Utama: Sumatra Selatan (Musi) atau Sumatra Utara (Batak).
Keterangan: Kelompok bahasa di Sumatra ini masuk ke dalam jajaran lima besar penutur terbanyak. Keaktifan masyarakatnya dalam menggunakan bahasa ibu membuat eksistensi bahasa-bahasa ini tetap terjaga kuat di tengah modernisasi.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian bahasa daerah melalui program revitalisasi, mengingat saat ini sudah ada belasan bahasa daerah di wilayah timur Indonesia yang dinyatakan punah akibat kehilangan penutur aslinya.
Editor : Hariri HJ