Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Festival PEKA 2026 Digelar di Jember, Seni Budaya Jadi Cara Baru Mengajak Warga Peduli Lingkungan

Sidkin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:33 WIB
TERUS DIHIDUPKAN: Salah satu penampilan pada Festival Kunang-Kunang Kebudayaan di Taman Nara Bestari, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Sabtu malam (11/7). (SIDKIN/HALOJEMBER)
TERUS DIHIDUPKAN: Salah satu penampilan pada Festival Kunang-Kunang Kebudayaan di Taman Nara Bestari, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Sabtu malam (11/7). (SIDKIN/HALOJEMBER)

 

JEMBER, Halojember – Panggung seni berpadu dengan pesan pelestarian lingkungan dalam Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan (Festival PEKA) 2026 di Taman Nara Bestari, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Sabtu malam (11/7/2026).

Festival ini bukan sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk mengajak masyarakat kembali membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

Festival yang masuk Program Layanan Produksi Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik Kementerian Kebudayaan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni lintas disiplin. Seniman, komunitas budaya, pegiat lingkungan hingga generasi muda terlibat dalam satu panggung yang mengusung tema pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Wisata Sejarah yang Sarat Nilai Budaya: Menjelajahi Jejak Masa Lalu yang Penuh Makna

Founder Rumah Budaya Nara Bestari Hadi Poernomo mengatakan, Festival PEKA lahir sebagai respons terhadap krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, seni mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pelestarian alam kepada masyarakat.

"Pagelaran seni budaya ini bukan sekadar panggung seni dan budaya, tetapi ajakan kepada masyarakat untuk membangun kembali hubungan yang harmonis dengan alam dan lingkungan sekitar," katanya.

Baca Juga: Menjemput Jejak yang Nyaris Senyap: Menghidupkan Kembali Tari Remo Sutina, Opini oleh Taufan Restuanto, Kepala Dispendik Bondowoso

Tak hanya menjadi panggung pertunjukan, Festival PEKA juga menjadi ruang pembelajaran. Hadi menyebut keberhasilan program pemajuan kebudayaan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari proses dan dampak yang ditinggalkan.

Melalui festival tersebut, ruang dialog mengenai ekologi budaya dibangun, kapasitas seniman dan generasi muda diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan, hingga melahirkan karya seni baru hasil kolaborasi lintas disiplin.

"Ketika cahaya menjadi bahasa, seni menjadi gerakan, dan alam menjadi panggung, lahirlah pengalaman budaya yang bukan hanya dikenang sebagai festival, tetapi menjadi tonggak lahirnya ekosistem kebudayaan baru," pungkas Hadi.*

Editor : Sidkin
#Festival PEKA 2026 #Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan #Festival Kunang-Kunang Jember #Taman Nara Bestari #Kunang-Kunang