Reog Ponorogo, Kesenian Jawa Timur yang Memiliki Perpaduan Antara Tari, Budaya, dan Sejarah

Viona Rj • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:46 WIB
Kesenian Reog Ponorogo (AI/Halojember)
Kesenian Reog Ponorogo (AI/Halojember)

HALOJEMBER – Reog Ponorogo menjadi salah satu kesenian tradisional Indonesia yang paling populer, seperti namanya, pertunjukan ini berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama berabad-abad. 

Reog dikenal karena memadukan unsur tari, drama, musik tradisional, serta simbol-simbol yang sarat makna budaya dan spiritual.

Salah satu ciri dari Reog Ponorogo adalah penggunaan topeng kepala singa raksasa yang dikenal sebagai Dadak Merak. Topeng ini dihiasi bulu merak yang mengembang dan menjadi simbol kekuatan serta kewibawaan. 

Selain Dadak Merak, pertunjukan Reog juga menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Warok, Jathil, Bujang Ganong, dan Kelono Sewandono yang memiliki peran masing-masing dalam alur cerita.

Dalam pementasannya, Reog biasanya diawali dengan dua hingga tiga tarian pembuka. Tarian pertama umumnya dibawakan oleh enam hingga delapan penari pria yang mengenakan busana serba hitam dengan riasan wajah merah

yang menggambarkan keberanian dan semangat keprajuritan. Setelah itu, penampilan dilanjutkan oleh para penari Jathil yang menunggang kuda kepang.

Reog Ponorogo juga menjadi media penyampaian nilai-nilai budaya, sejarah, dan kebersamaan masyarakat. Kisah yang dibawakan umumnya berkaitan dengan legenda Kerajaan Bantarangin serta perjalanan tokoh-tokoh yang mencerminkan keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan.

Editor : Viona Rj
REOG PONOROGO budaya jawa timur kesenian