KEPATIHAN, Radar Jember – Latihan mandiri di rumah menjadi pilihan yang diterapkan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jember untuk para atletnya.
Opsi tersebut dirasa yang terbaik di tengah ibadah puasa dan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX di Malang Raya pada akhir Juni nanti.
Bidang Kepelatihan dan Pembinaan Prestasi PBVSI Jember Prawoto menuturkan, dalam menyongsong Porprov Jatim IX pihaknya telah melakukan persiapan yang cukup panjang.
Terhitung sejak Januari lalu, PBVSI telah melakukan penjaringan demi menemukan bibit-bibit terbaik untuk menjadi wakil Jember di ajang paling bergengsi tingkat provinsi itu.
“Proses seleksi sudah kami lakukan, bahkan diperlukan tiga kali tahapan,” paparnya.
Setelah seleksi digulirkan, terdapat 12 atlet putra dan putri yang tengah menjalani TC (training center) untuk Porprov Jatim. Pemusatan latihan yang telah dilakukan sebelum puasa tersebut terpaksa meliburkan latihan saat memasuki Ramadan.
Menurut Prawoto, apabila dipaksakan latihan saat puasa maka hasilnya tidak akan maksimal. Sebagai penggantinya, pihaknya mengarahkan agar para atletnya yang disiapkan untuk Porprov menjalani latihan secara mandiri di rumah masing-masing.
“Saat berpuasa tidak bisa latihan seperti biasa, karena setiap kali latihan butuh ketahanan fisik tinggi,” jelasnya.
Untuk memantau proses latihan para atletnya, Prawoto mewajibkan mereka mengirim foto dan video kegiatan latihan. Minimal dua kali dalam seminggu. Para atlet dibebaskan menjalani latihan dalam bentuk apa pun sesuai yang mereka inginkan. Seperti lari, angkat beban, push-up, dan sebagainya.
“Yang terpenting fisik mereka terjaga, tidak sampai down. Nah, untuk menjaga itu minimal dua kali seminggu ada aktivitas fisik,” jelas Prawoto.
Baca Juga: Flexing Berkedok Bukber, Begini Respon Netizen
Prawoto melanjutkan, setelah hari raya, pihaknya akan kembali menggembleng 24 atlet voli Jember tersebut. Latihan fisik akan jadi fokus utama dalam latihan nanti.
"Yang terpenting fisiknya dulu. Jadi, nanti porsi latihan 80 persen fisik, 20 persen sisanya teknik, dan taktik,” tutupnya. (yul/c2/dwi) Baca Juga: Mitos atau Fakta Menabrak Kucing Mengundang Petaka, Begini Awal Mula Ceritanya
Editor : Dwi Siswanto