HALO JEMBER – Cristiano Ronaldo akan menjadi salah satu sorotan utama dalam Euro 2024. Terlebih mega bintang yang kini bermain untuk Al Nassr, pada Euro 2024 adalah yang terakhir baginya.
Pada Euro 2024 Jerman ini adalah yang keenam bagi CR7. Portugal vs Ceko akan digelar di Leipzig Stadium. Laga ity berlangsung, Rabu (19/6/2024), pukul 2.00 WIB.
Laga tersebut akan jadi pertandingan perdana bagi Portugal. Ronaldo juga sudah berusia 39 tahun, tetapi masih menjadi pilihan utama dan kapten Selecao das Quinas.
Tidak heran, banyak pujian yang kemudian diberikan kepada eks mega bintang Real Madrid tersebut.
Salah satu pujian diberikan oleh Tomas Vicek. Dilansir BolaSport.com dari laman resmi UEFA, ia sempat berbicara soal peluang bermain melawan Ronaldo.
Vicek menyebut bahwa Ronaldo merupakan pemain yang sangat hebat. Ia secara tidak langsung menyampaikan bahwa tugas menjaga CR7 adalah tugas yang sangat berat.
Sampai-sampai, Vicek ingin menjual informasi cara bertahan melawan Ronaldo dengan harga yang sangat tinggi apabila ia berhasil menghentikannya.
"Jika saya tahu bagaimana cara bertahan dari Ronaldo, saya bisa menjual informasi tersebut dengan harga tinggi," ucap Vicek.
Bek milik Slavia Praha tersebut hanya bisa menyiapkan diri sebaik mungkin untuk melawan Ronaldo.
Baca Juga: Mbappe Tak Hanya Absen Lawan Belanda. Berpotensi Selama Euro 2024.
Perubahan Permainan Ronaldo
Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain sepak bola yang bisa berubah-ubah posisi. Bahkan, gaya permainannya yang ditunjukan juga berbeda.
Baca Juga: Motor Tercanggih di Dunia, Dilengkapi Mesin Teknologi Turbo
Dilihat dari awal kemunculannya di Sporting Lisbon. Ronaldo bermain di sayap kiri. Pergerakan CR7 muda tersebut cukup membuat bek senior Manchester United, John O'Shea kelimpungan.
Bagaimana tidak, O’Shea dibuat ngos-ngosan oleh Cristiano Ronaldo. Bek Irlandia itu bahkan memerlukan oksigen usai menjaga bomber Portugal tersebut.
"Kami bermain melawan Sporting CP pada tahun 2003. Kami masuk pada babak pertama, termasuk John O'Shea," kenang Rio Ferdinand dikutip dari Sportskeeda.
"Namun, baru 45 menit bermain, John O'Shea sudah tergopoh-gopoh. Ia bahkan membutuhkan tabung oksigen untuk membantunya bernafas."
"Dia terengah-engah usai menjaga Cristiano Ronaldo selama satu babak penuh. Sebab, dia berlari ke sana kemari demi mengawal Ronaldo muda," lanjutnya.
Ferdinand menambahkan, para pemain senior MU bahkan sampai terpukau atas aksi Ronaldo. Beberapa pemain pun diketahui meminta pelatih 'Setan Merah' saat itu, Sir Alex Ferguson, untuk mengontraknya.
"Saya, Paul Scholes, dan Nicky Butt berdiri di pinggir lapangan sambil mengatakan bahwa Ronaldo adalah pemain yang luar biasa. Kami bahkan menilai bahwa Manchester United harus mengamankan jasa anak muda tersebut," kenang Ferdinand.
Pada saat di Manchester United, CR7 menempati posisi sayap kanan. Gaya permainannya pun menjadi pembeda pada waktu itu. Sayap kanan MU yang identik umpan manis yang memanjakan penyerang, berubah sejak datangnya Ronaldo.
Ronaldo pun juga silih berganti posisi dari sayap kiri ke kanan. Semenjak penyerang utama MU Nistelrooy berlabuh ke Real Madrid. Serangan MU semakin dinamis dan susah ditebak.
Apalagi, terdapat kombinasi tiga penyerang mau. Cristiano Ronaldo, Rooney, dan Carlos Tevez.
Tiga penyerang tersebut, membuat taktik MU yang ditangani Alex Ferguson juga berubah. MU yang biasanya memakai dua penyerang, menjadi tiga. Cristiano Ronaldo pun semakin moncer dan menjadi pemain terbaik kala itu.
Baca Juga: Toyota NAV1, Alphard Versi Murah yang Gagal di Indonesia. Berapa Harga Bekasnya Setara LCGC
Real Madrid
Saat bersama Real Madrid pertama kali dating, Ronaldo tempatkan di winger. Walau di tempatkan di posisi winger, Ronaldo cukup subur. Dia selalu mencetak gol setiap pertandingan bersama Real Madrid.
Bersama Real Madrid tersebut Ronaldo cukup nyaman berada di sektor kiri penyerangan. Benzema yang ditancapkan sebagai ujung tombak, juga bisa membuka ruang ciamik untuk Ronaldo. Gol demi gol, baik lewat kaki dan kepala dimasukan Ronaldo.
Posisi Real Madrid pun semakin kuat. Bahkan, bisa menjuarai UCL selama tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga: Man United Angkat Piala FA. Fans Chelsea Bagaimana?
Ke Juventus dan Kembali ke MU
Saat di Juventus itulah Ronaldo menjadi pemain yang membuat penyerang lainya tergeser. Gonzalo Gerardo Higuaín penyerang utama Juventus, pun harus kalah saing dengan Ronaldo.
Pada saat di Juventus inilah posisi Ronaldo menjadi penyerang murni. Sebagai ujung tombak utama, pada musim kedua, Ronaldo menjadi top dengan 29 gol pada musim 2020/2021.
Pada saat kembali ke MU, Ronaldo sendiri juga meminta menjadi penyerang utama. Dalam permainan MU sisi kiri juga sering jadi posisi Rashford.
Sementara saat Al Nassr juga jadi ujung tombak utama. Namun, saat bermain di Liga Arab Saudi itu, Ronaldo kerap turun membantu pertahanan. Bahkan, juga turun untuk mengambil bola dan melepaskan umpan-umpan penting.
Baca Juga: Elaelo Medsos Pengganti X Tuai Kritikan Netizen Sistem Keamanan Bocor dan Sulit Diakses
Uji Coba dengan Irlandia
Sebelum menuju Euro 2024 Jerman, Timnas Portugal menang 3-0 pada laga uji coba lawan Irlandia.
Bermain di Estádio Municipal de Aveiro, Roberto Martinez pelatih Portugal pun menurunkan susunan pemain terbaiknya di laga ini, termasuk Cristiano Ronaldo.
Kali ini Joao Felix membawa Portugal unggul lewat golnya di babak pertama (18'), meneruskan umpan Bruno Fernandes. Portugal terus menggempur, tapi hanya unggul 1-0 di babak pertama.
Barulah di babak kedua Portugal bisa mengunci kemenangan. Cristiano Ronaldo mencetak gol spektakuler di menit ke-50, lalu menambah satu gol lagi di menit ke-60 dengan mengonversi assist Diogo Jota.
Sebelum terjadi gol pertama Portugal. Ronaldo sempat turun dan bisa menarik pemain pertahanan Irlandia. Ronaldo pun mengirim umpan ke Diogo Dalot ke jantung pertahanan Irlandia.
Gol kedua Portugal lewat kaki Ronaldo pun, posisi Ronaldo tidak berada di mulut gawang. Ronaldo memilih sedikit mundur hingga melepaskan tembakan spektakuler. Sedangkan gol ke tiga Portugal, posisi Ronaldo tepat di mulut gawang.
Baca Juga: Minuman Manis Bisa Bikin Ginjal Rusak. Lho Kok Bisa? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Tentang False Nine
False nine merupakan sosok pemain yang benar-benar sibuk karena posisinya perlu melakukan beberapa tindakan yang jauh lebih dalam. Bisa dibilang juga sebagai penjemput bola agar bisa menciptakan gol ke gawang lawan.
Kondisi tersebut memang bagian dari strategi dan mengajak pemain lawan agar keluar dari zona pertahanannya, jadi peranan dari false nine ini bisa dibilang sebagai pengecoh. Biasanya bola direbut dari bek tengah lawan, menarik pemain untuk keluar, dan mengganggu pertahanan yang sudah dibentuk oleh lawan, sehingga bisa mengambil celah dan menciptakan kemenangan.
Istilah dari false nine sendiri sudah lama digunakan dalam dunia sepak bola, bahkan sejak tahun 1890 an sudah mengenalnya, tepatnya yang pertama kali menggunakan adalah Corinthians. Seiring berkembangnya zaman dan permainan yang semakin modern, sebutan false nine sering disebut dan semakin banyak yang mengetahuinya.
False nine adalah penyerang yang bisa dikatakan unik, memiliki peranan dalam mengontrol dan memberikan ruang untuk pemain lain masuk agar menciptakan kemenangan.
False nine biasanya akan turun ke lini tengah untuk membantu membangun serangan. Karena jumlah pemain di lini tengah bertambah, semakin banyak opsi untuk mengalirkan bola sehingga persentase keberhasilan membongkar pertahanan lawan pun meningkat.
Selain itu, keberadaan false nine di lini tengah juga akan menarik perhatian bek-bek lawan sehingga ruang di pertahanan pun ikut terbuka. Saat itu terjadi, serangan bisa dilakukan dari kedua sisi lapangan atau menerobos dari tengah.
Pemain bintang walau posisinya ujung tombak, sewaktu-waktu bisa berubah jadi false nine. Karena, kemampuannya menarik dan menyedot perhatian pemain bertahan lawan. Hal itu juga pernah diterapkan Thierry Henry saat berseragam Arsenal.
Baca Juga: Film “Ipar Adalah Maut” Sukses Bikin Penonton Emosi Sampai Misuh