HALO JEMBER - Como 1907, klub yang sedang ambisius tengah mengincar Raphael Varane sebagai target impian mereka untuk posisi bek tengah.
Kontrak Raphael Varane saat ini dengan Manchester United (MU) akan berakhir pada musim panas 2024. Berakhirnya kontrak Varane diperkirakan lebih cepat dari sebelumnya, sehingga membuka kemungkinan Varane berstatus bebas transfer pada akhir musim.
Manchester United memiliki opsi untuk mengakhiri kesepakatan setahun lebih awal untuk menghemat gajinya, yang bisa membuat kepergiannya lebih cepat.
Ketika kontrak Varane hampir berakhir, ia akan dapat bernegosiasi dengan klub-klub di luar Premier League mulai Januari 2024. Hal ini memungkinkannya untuk menandatangani perjanjian pra-kontrak dengan klub-klub peminat. Beberapa klub Eropa dan luar negeri yang berminat untuk mengakuisisi Varane membuat persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya cukup ketat.
Como 1907 yang dilatih Cesc Fabregas telah mengidentifikasi Raphael Varane sebagai target impian mereka untuk posisi bek tengah. Fabregas bertekad mendatangkan Varane ke Como, meski persaingan dari klub lain membuat usahanya menjadi sulit.
Fabregas juga merencanakan transfer signifikan lainnya untuk memperkuat skuad menjelang kembalinya mereka ke Serie A.
Raphael Varane diperkirakan akan segera mengambil keputusan terkait masa depannya. Langkah selanjutnya berpotensi membuatnya kembali ke kampung halamannya di Prancis atau menjajaki peluang lain di Eropa. Meskipun baru-baru ini mengalami cedera dan waktu bermain yang terbatas musim ini, pengalaman dan keahlian Varane menjadikannya aset berharga bagi tim mana pun.
SEJARAH COMO 1907
Como 1907 sukses mencuri perhatian dengan lolos Seri A Italia musim depan, setelah finis urutan ke dua Serie B Italia. Sejatinya Como 1907 bukan tim karbitan yang tiba-tiba sukses setelah dibeli Hartono Bersudara pemilik Djarum Group, BCA, Mola TV, hingga Blibli. Dari sejarahnya Como 1907 pernah membuat tim sebesar AC Milan dan Inter Milan kalang kabut.
Como termasuk klub sepakbola bersejarah di Italia. Klub ini berdiri pada 1907 yang kemudian diberi nama sesuai kota kelahirannya, yakni Kota Como, Italia. Lima tahun setelah berdiri, Como memulai debutnya di Promotion League 1912-1913. Setelahnya, klub tersebut berhasil menembus ke Serie A, liga teratas Italia.
Pada kala itu, Como menjadi buah bibir dunia sepak bola Italia. Bagaimana tidak, Como bisa bersaing di papan tertinggi Liga Italia, yaitu Serie A. Bahkan, jadi pesaing hebat tim berkaliber AC Milan dan Inter Milan.
Situs resmi Como 1907, menjelaskan di periode musim 1927-1945, Como menjadi tim sepakbola yang tidak terkalahkan. Di Serie B dan Serie C, Como selalu menorehkan hasil positif hingga mengungguli AC Milan dan Inter Milan.
Baca Juga: Bukan Bambang Pamungkas dan Kurniawan, inilah pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia Sepanjang Masa
Hanya saja, dalam perjalanannya, Como 1907 tak selalu mulus. Sepanjang abad ke-20, Como tercatat naik turun liga, dari Serie A ke Serie B lalu lanjut lagi ke Serie A. Dalam situs resmi, sejak awal berdiri Como sudah menyabet tiga gelar juara Serie B dan 4 gelar Serie C. Namun, sekitar musim 2002-2003, nama Como mulai tenggelam. Penyebabnya karena masalah keuangan.
Kekalahan demi kekalahan menghantui Como. Hingga akhirnya terdepak ke kasta terendah Liga Italia, yaitu Serie D. Pada titik ini pula, Como dinyatakan bangkrut dan tak ada investor yang mau mengelolanya.
Gianluca Zambrotta Produk Binaan Como 1907
Serial dokumenter berjudul Como 1907: The Real Story yang dikutip Beritasatu.com, Sabtu (11/5/2024) sedikit banyak memperlihatkan jalan panjang yang harus ditempuh keluarga Hartono ketika memutuskan membeli klub sepak bola yang bisa dibilang sebagai bidan lahirnya pesepak bola kelas dunia dari Italia.
"Como adalah klub bersejarah, berusia 112 tahun. Periode krusial kami adalah pada 1980 dan 1990. Kami disebut Pabrik Italia. Beberapa alumnus kami adalah Gianluca Zambrotta, Marco Tardelli, Stefano Borgonovo," tutur Enrico Levrini, ahli sejarah klub Liga Italia.
Gianluca Zambrotta merupakan pesepakbola berkebangsaan Italia yang lahir di Como pada 19 Februari 1977. Zambrotta memilih pensiun dari sepak bola pada tahun 2013 saat usianya genap 36 tahun.
Zambrotta debut di dunia sepak bola bersama Como saat usianya masih 17 tahun. Ia bermain tiga musim di Como dan menimba banyak ilmu saat bermain reguler di pentas Serie C1.
Karier Zambrotta terus melesat dari sana dengan memperkuat sejumlah klub top Eropa seperti Juventus, Barcelona, hingga AC Milan. Pemain yang bisa bermain di sejumlah posisi berbeda ini juga mengoleksi 100 caps bersama timnas Italia.
Editor : Dwi Siswanto