Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Beri Peluang Pelajar Pinggiran Jadi Atlet Berkuda Biaya Mahal, Mulai Difasilitasi Beasiswa

Halo Jember • Senin, 12 Agustus 2024 | 17:26 WIB
ASAH KEMAMPUAN: Atlet pacuan kuda melakukan sesi latihan di arena kuda JRC, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. M ADHI SURYA/RADAR JEMBER
ASAH KEMAMPUAN: Atlet pacuan kuda melakukan sesi latihan di arena kuda JRC, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. M ADHI SURYA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM - Selain harus memiliki mental yang kuat, ternyata olahraga berkuda juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Mulai dari atribut keamanan diri hingga fasilitas untuk melakukan latihan. Tak heran jika cabang olahraga (cabor) ini tergolong minim peminat. 

Untuk memiliki perlengkapan alat berkuda saja, setidaknya perlu menggelontorkan biaya hingga jutaan rupiah. Apalagi jika ingin memiliki kuda pribadi. 

Owner Jember Riding Club (JRC), Rahaditha Viraq Prakasa, mengakui, memang sulit untuk menjaring minat pada olahraga itu. Terutama pada kelas pacuan.

Menurutnya, saat pacuan berkuda, selain membutuhkan atlet yang kuat secara mental, juga harus mampu mengontrol dan mengatur ritme berlari kuda.

Dengan begitu, maka dibutuhkan atlet yang betul-betul bisa berinteraksi dengan kuda.

“Untuk pacuan biasanya lebih susah mengendalikan kuda. Kecuali atlet tersebut punya keberanian dan setiap harinya memiliki waktu terus berinteraksi dengan kuda,” jelasnya.

Selain itu, peralatan dan atribut olahraga ini memang tergolong mahal.

Mulai dari pelindung kepala, tubuh, hingga kaki. Itu masih belum untuk perlengkapan kudanya.

Tak heran jika cabor ini lebih sedikit peminat, karena memang perlu mengeluarkan biaya yang lebih.

“Rata-rata yang menjadi member di sini kalangan kelas menengah ke atas. Tapi, untuk menggembleng member yang berbayar, kita kesulitan, karena mereka ikut karena hobi. Jadi, hanya fokus kepada kelas equestrian, yaitu mempertandingkan keahlian berkuda show jumping dan dressage,” imbuhnya.

Namun, dengan itu pihaknya terus mengupayakan memberi peluang kepada pelajar di Jember.

Membuka seluas-luasnya jika ada yang berminat menjadi seorang atlet berkuda.

“Tentu tetap melalui proses seleksi, mulai dari kesiapan untuk berinteraksi dengan kuda, kegigihan dalam latihan, hingga menjaga profesionalitas seorang atlet,” ucap Rahaditha yang juga Wakil Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember. 

Biasanya untuk melakukan penjaringan, pihaknya melakukan road show ke berbagai lembaga pendidikan SD dan SMP. Jika ada yang berkeinginan menjadi seorang atlet berkuda, maka akan dilakukan proses seleksi terlebih dahulu.

“Jika lolos seleksi atlet akan diberi beasiswa latihan rutin. Selain itu, juga akan dibebaskan atau gratis untuk mengikuti setiap kejuaraan,” ucapnya. 

Disebutnya, proses penjaringan terus dilakukan hingga saat ini. Terutama dalam mempersiapkan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2025 mendatang.

“Kami upayakan untuk penjaringan ini bisa maksimal, hingga ke pelosok desa, karena biasanya atlet terbaik berada di sana,” pungkasnya. (dhi/c2/fid)

 

 

Editor : Halo Jember
#jember #atlet berkuda #pelajar