HALOJEMBER - Jelang pemberangkatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV Jawa Timur, yang akan berlangsung 5 November, di Bangkalan.
Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jember, terus genjot skill, mental, hingga bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Ketua FOPI Jember, Riki Suhermanto mengatakan, pada pertandingan petanque, Selain mengandalkan skill, kondisi venue cukup berpengaruh pada performa atlet. Seperti cuaca, dan kondisi tekstur tanahnya.
“Kalau lapangannya bergelombang tentu butuh waktu yang lama untuk beradaptasi,” ucapnya.
Namun, dengan persiapan waktu yang cukup singkat, pihaknya lebih fokus untuk membangun mentalitas dan skill dari masing-masing atlet.
Sehingga ketika dihadapkan dengan situasi yang tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, bisa lebih mudah untuk segera beradaptasi dengan santai.
Dia menambahkan, sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, FOPI Jember mengirimkan tiga atlet dan satu ofisial.
Di antaranya Fairus Dzaki Dwi Syahputra, Susviatun Andini, dan Ahmad Rafli Putra Wardana. Serta Anton Tri Cahyono sebagai ofisial.
Ketiga atlet tersebut nantinya akan mengikuti empat nomor pertandingan.
Diantara doble putra, double mix, single putra, dan single putri.
Pada kejuaraan sebelumnya, jelasnya, atlet Kota Suwar-Suwir cukup andal pada nomor single.
Sementara itu, Pelatih Tim Petanque Jember, Anton Tri Cahyono mengaku, secara keseluruhan persiapan atlet kurang lebih 90 persen.
Tinggal penyesuaian dengan kondisi venue dan cuaca di Bangkalan. “Mulai dari mental, skill dan sharing dengan tim jebolan Porprov tahun lalu, sudah kami lakukan, sehingga atlet tinggal beradaptasi dengan lingkungan di sana,” tuturnya.
Sesuai dengan target yang diberikan FOPI Jember, pihaknya optimis bisa naik podium, minimal kantongi medali perak dan perunggu.
“Untuk membangun semangat atlet target emas, terus kami serukan. Yang pasti kami ingin memberikan yang terbaik untuk Jember,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Halo Jember