HALOJEMBER - Wajah semringah terpancar dari puluhan bapak-bapak yang tengah bertanding dalam ajang kompetisi tenis veteran three on three, Selasa (26/2).
Lebih dari sekedar kompetisi, ajang ini menjadi sarana menjaga kebugaran dan mempererat persahabatan antarpetenis veteran di Kabupaten Jember.
Penyelenggara kompetisi, Soetriono, menyebut, terdapat tiga kategori dalam kompetisi yang berlangsung di Universitas Jember itu. Di antaranya adalah usia 35, 50, dan 55 tahun.
Pada setiap tim berisi tiga pemain dari tiap-tiap kategori. Dikatakan, pertandingan ini agar para pegiat tenis veteran tetap aktif dan menjalin silaturahmi.
Di bawah naungan Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi), format three on three dipilih agar permainan lebih ringan.
Setiap lapangan diisi enam pemain, dengan aturan yang membatasi pukulan pemain belakang hanya boleh dalam bentuk stroke demi keamanan.
“Kalau semua pemain bebas maju ke depan, risikonya lebih tinggi. Jadi, aturannya satu di depan, dua di belakang, sehingga permainan lebih aman. Potensi bola mengenai badan maupun kepala dapat diminimalisasi,” ujar pria yang akrab disapa Prof Tri itu.
Di sela-sela pertandingan, Prof Tri menyebutkan, Baveti Jember yang baru dilantik Desember lalu menggelar kejuaraan ini sebagai wadah berkumpul dan menjaga kesehatan bagi pemain tenis veteran berusia 35 hingga 65 tahun.
“Ini kedua kalinya kami menyelenggarakan kompetisi ini. Kalau edisi pertama itu pada 2021,” terang pria yang juga merupakan dosen Faperta Unej itu.
Lebih lanjut, Prof Tri menjelaskan, format three on three juga mulai menarik perhatian di tingkat nasional dan internasional. Dikatakan, International Tennis Federation (ITF) berencana menggelar kompetisi serupa di Surabaya dalam waktu dekat.
“Nah, jadi, selain menjadi tenis happy, ini juga menjadi persiapan bagi yang mau ikut kompetisi internasional yang akan digelar ITF,” jelasnya.
Menurut Prof Tri, antusiasme terhadap ajang ini cukup tinggi. Terbukti dengan adanya 12 tim yang turut berpartisipasi pada ajang ini.
Bagi mereka kompetisi tersebut tak sekadar mengejar kemenangan, tapi lebih dari itu. Yaitu untuk menghidupkan pola hidup sehat dan semangat untuk tetap aktif.
“Banyak yang minta digelar di malam hari, karena sebagian dari mereka siangnya masih bekerja. Jadi, waktunya kami sesuaikan,” tutupnya. (yul/c2/bud)
Editor : Halo Jember