ANGGARAN Porprov Jember yang terkena efisiensi hingga mencapai 44 persen. Tentu saja menimbulkan kekecewaan pada cabor.
Apalagi, mereka yang telah bersiap atau TC mandiri jauh-jauh hari. Bisa saja atlet yang dilatih sedemikian rupa tidak bisa berangkat ke Porprov.
Anggaran turun hingga kuota juga menyusut tersebut, tapi ada pemikiran bahwa persaingan antardaerah akan sama seperti Porprov sebelumnya yang tidak ada imbas efisiensi.
“Rasa kecewa, rasa kesal karena kuota Porprov turun karena anggaran juga terkena turun, itu wajar terjadi di setiap cabor. Apalagi mereka juga menyiapkan atletnya jauh-jauh hari. Apalagi Porprov ini event bergengsi yang ditunggu-tunggu,” ucap Erfan Friambodo, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember.
Adanya efisiensi itu, Erfan mencoba menelaah dan melakukan diskusi ke berbagai pihak.
“Efisiensi ini tidak hanya di Jember. Semua daerah juga melakukan efisiensi. Jika Jember kuota atletnya dikurangi karena efisiensi, maka daerah lainnya seperti Surabaya, Sidoarjo, Madiun, hingga Malang, berpotensi juga kuota dikurangi. Karena sama-sama kena efisiensi,” tuturnya.
Bila mengejar prestasi di Porprov, menurut dia, tidak hanya mendetail atlet dari cabor mana saja yang punya potensi meraih medali. Tapi juga kuota perlu ditambah. “
Bila perlu rencana kuota awal tidak perlu dikurangi,” paparnya.
Menurutnya, KONI harus bisa memperjuangkan kuota atlet. Apalagi, anggaran pembinaan cabor sebelumnya juga tidak ada. Lebih dari itu, kehadiran KONI di setiap cabor juga diperlukan.
“Geliat semangat cabor untuk melatih atletnya di Porprov ini luar biasa. Seharusnya bisa diakomodasi dengan kuota di Porprov,” terangnya.
Menurutnya, KONI yang memang menjadi domain dalam pelaksanaan Porprov ini seharusnya juga memberikan apresiasi cabor yang bersedia mengirimkan atletnya ke Porprov dengan dana mandiri. Mereka yang berangkat dengan dana mandiri setidaknya masuk dan dianggap sebagai kesatuan kontingen Jember.
“Mereka yang berangkat mandiri, maka uniform, seperti jaket, baju, sepatu, dan lainnya itu diberikan. Begitu pula ketika mendapatkan medali, juga dapat reward. Jangan seperti Porprov sebelumnya. Mereka berangkat sendiri, tidak dapat jaket, baju, tas, dan lainnya yang bertuliskan kontingen Jember,” terangnya.
Atlet Porprov yang usianya masih muda, ketika mendapatkan seragam bertuliskan kontingen Jember, mereka akan bangga. Sebab, menjadi pemuda yang turut berjuang mengharumkan nama daerah lewat olahraga. (yul/c2/dwi) Baca Juga: Lisa Blackpink Bagikan Momen Dirinya Naik BeAT Karbu di Instagram, Netizen: Sangat Melokal
Editor : Dwi Siswanto