SELALU menerapkan latihan dengan nyaman dan menyenangkan selalu diterapkan JFoS. Hal itu juga tetap dilakukan, sebelum berlaga di kompetisi bertaraf internasional di Pulau Dewata, Bali.
Berlokasi di Bali United Training Center, sebanyak 34 penggawa JFoS akan mendapatkan pengalaman berharga merasakan atmosfer kompetisi dengan salah satu fasilitas terbaik di Indonesia.
Kompetisi yang diikuti sebanyak 300 tim dari 6 negara itu mulai bergulir hari ini, Jumat (18/4), hingga Minggu (20/4) mendatang. JFoS menurunkan 3 tim yang terdiri atas kelompok umur 10, 12, dan 14.
Founder JFoS, Mila Wahyuningtyas, menuturkan, keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut tak semata-mata untuk mengejar gelar juara. Namun, lebih dari itu, dia ingin berfokus pada peningkatan pembinaan usia dini dengan memberikan pengalaman dan wadah bagi anak asuhnya untuk mengasah hasil belajar yang selama ini telah dilakukan.
“Kami mengelola SSB dengan konsep football education and tourism, yang diharapkan adalah anak-anak memiliki pengalaman berkesan yang nantinya akan menumbuhkan kecintaan dan konsistensi mereka dalam sepak bola,” tuturnya.
Perempuan yang akrab disapa Tyas itu juga menerangkan, dirinya serta tim kepelatihan tak memasang target tinggi dalam kompetisi tersebut. Sebab, tim yang dia bawa bukanlah tim terbaik, karena kendala biaya.
“Ini kan anak-anak biaya mandiri meski ada sebagian kecil yang gratis dengan beasiswa. Tapi, masih banyak pemain-pemain terbaik yang tidak bisa ikut karena kendala biaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tyas menjelaskan, sistem kompetisi yang digunakan pada event Bali7s menurutnya ideal untuk pembinaan anak usia dini yang mungkin bisa diterapkan di Jember. Sebab, pada sistem kompetisi tersebut setiap tim akan mendapat kesempatan menit bermain yang sama terlepas tim tersebut menang atau kalah.
“Setelah 5 kali bertanding, setiap grup akan diperingkat. Kemudian, setiap tim akan bermain lagi sesuai peringkatnya. Nah, ini merupakan salah satu cara menghadapi tim yang memalsukan usia yang cukup marak terjadi,” tuturnya. (yul/c2/nur) Baca Juga: Berani Tonton Sendiri? Berikut 5 Film Eksorsis Paling Horor yang Pernah Dibuat
Editor : Dwi Siswanto