HALO JEMBER, Radar Jember – KONI Jember optimis bisa menembus peringkat 10 besar dalam raihan medali di di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX di Malang Raya, Juni nanti.
Bahkan, yakin menggondol 47 medali emas.
Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Jember, Soetriono menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap seluruh cabor untuk menyampaikan targetnya dalam Porprov Jatim.
“Sekitar 85 persen cabor sudah memaparkan permintaan kuota dan targetnya. Hal ini menjadi acuan kami untuk membagi kuota juga,” terangnya.
Lebih lanjut dalam pemanggilan tersebut, selain diminta untuk memaparkan target. Masing masing cabor juga harus bisa menjelaskan bagaimana target tersebut akan dicapai.
“Kami juga harus memperhitungkan seberapa realistis target yang dipaparkan masing-masing cabor. Jangan sampai karena target mereka begitu tinggi, lalu kami berikan kuota yang banyak. Jadi kami lihat dulu track record masing-masing cabor,” ujarnya.
Dari pertemuan terhadap setiap cabor tersebut, didapati sebanyak 435 atlet yang diusulkan berangkat ke Porprov Jatim. Dengan kuota hasil efisiensi yang hanya berjumlah 252, maka otomatis hanya 57,9 persen yang dapat diakomodir. Namun atlet yang tidak bisa terakomodir tetap bisa mengikuti porprov secara mandiri.
“Ini sudah kami pilih secara profesional, sesuai dengan semangat kami untuk meraih prestasi maksimal,” jelas pria yang juga merupakan Dosen Faperta Unej itu.
Pihaknya menargetkan Jember mampu berada di posisi yang tak jauh dari satu digit, yaitu posisi 1 sampai 9. Untuk itu, Jember harus mengumpulkan 47 medali emas, 30 perunggu, serta 15 perak. “Cabor unggulan ditargetkan bisa memperoleh 19 emas, 16 perunggu dan 2 perak.
Supporting ditarget 10 emas, 6 perunggu dan 5 perak. Non unggulan ditarget 7 emas, 3 perunggu dan 1 perak. Terakhir ada cabor baru yang juga kami beri kesempatan, targetnya 11 emas, 5 perunggu dan 7 perak,” paparnya.
Meski Jember hanya memiliki kuota sebanyak 252 kontingen, namun banyak cabor yang siap berangkat mandiri.
Baca Juga: Reward Porprov Jember Naik Dua Kali Lipat. Raih Medali Emas Rp 50 juta
“Salah satunya cabor bola tangan, meski termasuk cabor baru, mereka mengaku siap mandiri, mereka ingin menunjukkan eksistensi, kami harap banyak yang bisa seperti ini,” tutupnya. (yul/dwi)
Editor : Dwi Siswanto