KALIWATES, Halo Jember - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis Bupati Cup Jember 2025 akan digelar pada 8-11 Mei di GOR Argopuro.
Tercatat jumlah peserta yang ikut Kejurkab Bulutangkis tahun ini ada 175 pebulu tangkis.
Event rutin ini menjadi ajang penting dalam pembinaan atlet bulu tangkis di Jember.
Namun, dalam Technical Meeting (TM) yang berlangsung di Hotel Bintang Mulia muncul perdebatan, khususnya antara sistem gugur dengan setengah kompetisi pada kelompok usia (KU) Pra Usia Dini Putri dan Remaja Putri.
Perwakilan dari PB Jaya Raya Satria (JRS) Jember Eny Julijati, mengusulkan agar nomor Pra Usia Dini Putri dan Remaja Putri tidak menggunakan sistem setengah kompetisi.
Akan tetapi, kata Eny, pada kedua nomor itu menggunakan sistem gugur.
Namun, Ketua PBSI Jember Erfan Friambodo menjelaskan, tahun ini PBSI berusaha memberikan motivasi kepada atlet dengan membuka ruang kompetisi yang lebih luas.
Dengan sistem setengah kompetisi, lanjut Erfan, pebulutangkis putri diberi banyak kesempatan untuk berlatih, berkembang, dan bertanding.
Erfan menjelaskan bahwa aturan PBSI memang mensyaratkan minimal ada delapan atlet untuk setiap nomor pertandingan.
"Kalau mengacu ketentuan KU itu, maka Remaja Putri dan Pra Dini Putri tidak dapat dilaksanakan, karena jumlah peserta kurang," katanya.
Meski demikian, PBSI Jember berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan kepada semua pebulutangkis Jember.
"Namun motivasi PBSI ini pembinaan, walau akhirnya keputusannya memakai sistem gugur semua. Maka KU Pra Usia Dini dan Remaja Putri tetap digelar," terangnya.
Untuk mengatasi kurangnya minat pada nomor Pra Dini Putri dan Remaja Putri, Erfan melakukan komunikasi dengan berbagai PB.
Di antaranya PB Indoraya hingga PB Alap Alap untuk mengajak atlet putri yang sudah tidak aktif agar kembali berpartisipasi dalam kejurkab.
Dengan demikian, mereka dapat kembali berlatih dan diharapkan dapat kembali aktif sebagai atlet bulu tangkis.
“Kami menyadari bahwa jumlah atlet bulutangkis putri di Jember masih terbatas. Oleh karena itu bagaimana caranya pebulutangkis putri di Jember ini terus bergeliat. Kalau Kejurkab tahun lalu KU Pemula Putri digabung ke Remaja Putri," imbuhnya.
Erfan menambahkan PBSI Jember memiliki tujuan dalam pembinaan atlet.
Mulai dari memunculkan bibit baru, mengaktifkan kembali atlet yang vakum, hingga memoles mereka menjadi atlet berprestasi. (dwi)
Editor : Sidkin