Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

PSG : Tim Yang Tak Diperhitungkan di Liga Champions Jadi Penumbang Klub Besar, Arsenal hingga Liverpool, Siap Tantang Inter di Final Liga ChampionsAr

Dwi Siswanto • Jumat, 9 Mei 2025 | 02:46 WIB
PSG melaju ke Final Liga Champions
PSG melaju ke Final Liga Champions

HALO JEMBER, jawapos.com - Paris Saint-Germain (PSG) kembali menciptakan kejutan di panggung Eropa. Tim yang sempat dipandang sebelah mata setelah ditinggal para superstar kini justru tampil sebagai kekuatan baru di Liga Champions.

Dalam laga semifinal leg kedua yang berlangsung di kandang PSG  Parc des Princes, PSG menaklukkan Arsenal 2-1 dan memastikan tiket ke final dengan agregat telak 3-1.

Duel yang berlangsung pada Rabu malam waktu setempat itu memperlihatkan dua filosofi permainan yang sangat kontras.

Arsenal datang dengan pendekatan dominasi bola khas "Arteta Ball", namun kali ini gaya itu tampak tumpul. Sementara dikubu sebelah, PSG tampil lebih efisien, agresif, dan solid di semua lini permainan.

Gol pembuka dicetak oleh Fabián Ruiz yang memanfaatkan bola muntah dari situasi sepak pojok.

Arsenal sempat memberikan perlawanan, menciptakan sejumlah peluang emas di awal babak kedua, namun keberuntungan tak berpihak.

Gianluigi Donnarumma tampil cemerlang di bawah mistar gawang PSG dan beberapa kali menggagalkan peluang yang dilesatkan Bukayo Saka serta Gabriel Martinelli.

Ketika Arsenal mulai kehilangan kendali, PSG justru mampu memaksimalkan celah pertahanan lawan. Serangan balik cepat di menit ke-70 berujung pada gol kedua PSG oleh Achraf Hakimi.

Bek asal Maroko itu menusuk dari sisi kanan dan menjebloskan bola ke gawang yang dijaga David Raya dengan tendangan kaki kiri yang tak terbendung. Arsenal hanya mampu membalas satu gol melalui Saka, namun sudah terlambat untuk membalikkan keadaan.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, usai pertandingan mengungkapkan kekecewaannya. “Kami memulai dengan baik dan harusnya bisa unggul lebih dulu.

Baca Juga: Cerita Prajurit Kostrad Gugur Saat Hindari Ledakan di Tol Gempol

Tapi jika tak mencetak gol, Anda akan dihukum,” katanya. Ia juga mengakui bahwa PSG bermain dengan energi dan determinasi yang lebih kuat.

Laga ini menandai kekecewaan lain bagi Arsenal yang kembali gagal mencapai final Liga Champions sejak satu-satunya penampilan mereka pada 2006.

Meski skuad muda mereka yang sangat menjanjikan, ketidakmampuan mengeksekusi peluang besar menjadi masalah yang belum bisa terpecahkan.

Sebaliknya, PSG membalikkan semua narasi pesimistis yang sempat menyelimuti klub. Setelah era Neymar-Mbappé-Messi berakhir, publik sempat ragu apakah tim ini mampu bertahan di level tertinggi Eropa. Namun di bawah arahan Luis Enrique, PSG justru berkembang menjadi uni

t kolektif yang tangguh. Mereka bukan lagi sekadar tim bintang, melainkan tim juara dalam proses pembentukan.

Pemain muda seperti Bradley Barcola, Warren Zaïre-Emery, hingga Désiré Doué mendapatkan kepercayaan penuh. Kombinasi itu terbukti mampu menyatu dengan pemain senior seperti Marquinhos dan Donnarumma, menciptakan harmoni yang sebelumnya langka di PSG.

Final di Allianz Arena, Munich pada 31 Mei nanti akan menjadi panggung terbesar bagi PSG untuk membuktikan kedewasaannya.

Lawan mereka, Inter Milan, datang dengan gaya pragmatis khas Serie A yang tidak mudah ditembus. Namun dengan mentalitas juang yang telah diperlihatkan sejak fase gugur, PSG kini bukan lagi tim yang mudah diremehkan.

Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Arsenal, PSG bisa mencatat sejarah dengan mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah tim mereka. Dari status underdog, kini mereka menjadi ancaman nyata di kancah tertinggi sepak bola Eropa. Baca Juga: Daftar Pemenang Piala FA. Arsenal Masih Rajanya, MU Tempel Ketat

Penulis MG25 Vikriansyah

Editor : Dwi Siswanto
#arsenal #liverpoll #psg #arteta #final liga champions