HALO JEMBER - Selama bertahun-tahun, Manchester United dikenal sebagai raksasa Eropa yang lekat dengan kejayaan di Liga Champions.
Namun, kiprah klub berjuluk Setan Merah di UEFA Europa League (UEL) justru menawarkan kisah yang tak kalah dramatis dan mengesankan.
Meski bukan panggung utama, Liga Europa telah menjadi arena di mana United tak hanya bertahan, tapi juga menciptakan momen-momen historis yang memperkaya warisan klub.
Sejarah Awal MU di UEL
MU pertama kali terjun ke Liga Europa pada musim 2011/2012, usai gagal lolos dari fase grup Liga Champions.
Kehadiran mereka saat itu sempat dipandang sebelah mata, namun perlahan klub mulai menunjukkan keseriusannya di kompetisi ini.
Puncaknya terjadi pada musim 2016/2017. Di bawah komando José Mourinho, United menutup musim dengan gelar juara Liga Europa usai menaklukkan Ajax Amsterdam di partai final.
Kemenangan itu menjadi sangat berarti, bukan hanya karena trofi tersebut melengkapi koleksi gelar Eropa klub, tetapi juga karena membuka jalan kembali ke Liga Champions musim berikutnya, sesuatu yang sangat krusial kala itu.
Catatan Statistik yang Patut Diperhitungkan
Dalam satu dekade terakhir, Manchester United tercatat telah mengikuti UEL dalam beberapa musim. Mereka tak hanya sekadar tampil, tetapi juga kerap menjadi salah satu favorit juara.
Salah satu statistik menarik, sejak debut di UEL, United telah memainkan lebih dari 70 pertandingan, dengan rasio kemenangan yang solid dan produktivitas gol yang konsisten.
Baca Juga: Batu Akik Jenis Pancawarna Ini Tak Lekang oleh Zaman
Marcus Rashford menjadi top skor klub di kompetisi ini dengan total 14 gol, diikuti oleh Bruno Fernandes yang menunjukkan peran vitalnya dari lini tengah dengan kontribusi dua digit.
Selain itu, Old Trafford terbukti menjadi benteng kokoh di ajang ini. Dalam 30 laga kandang terakhir mereka di UEL, United hanya menelan satu kekalahan, sebuah bukti bahwa atmosfer “Theatre of Dreams” tetap menjadi mimpi buruk bagi tim tamu, bahkan di ajang kasta kedua Eropa.
Berikut adalah daftar musim keikutsertaan Manchester United di ajang UEFA Europa League (UEL) dan capaian tiap musim:
- Musim 2011–2012 dan 2015–2016, MU turun ke Liga Europa setelah gagal di fase grup Liga Champions.
- Musim 2016–2017 merupakan musim terbaik MU di UEL dengan gelar juara yang juga mengantar mereka otomatis ke Liga Champions musim berikutnya.
- Sevilla menjadi lawan yang kerap menggagalkan MU di ajang ini (musim 2019–2020 dan 2022–2023).
- Final 2020–2021 menjadi salah satu laga paling dramatis dalam sejarah UEL dengan total 21 penalti.
- Baca Juga: Kabar Bahagia, Tunjangan Insentif Guru Bukan ASN pada RA dan Madrasah Bakal Cair Juni 2025
Fakta-Fakta Unik yang Jarang Diketahui
Ada beberapa sisi menarik dari keikutsertaan MU di Liga Europa yang jarang disorot. Salah satunya adalah fakta bahwa United merupakan klub Inggris pertama yang berhasil menjuarai tiga kompetisi Eropa berbeda: Liga Champions, Piala Winners, dan Liga Europa. Ini menempatkan mereka dalam jajaran elite di antara klub-klub Eropa lainnya.
Bagi United, Liga Europa tak hanya sekadar soal gelar. Kompetisi ini telah menjadi jembatan penting untuk transisi generasi, penemuan talenta muda, hingga pencarian jati diri saat fase sulit melanda.
Kini, dengan skuad yang semakin matang dan motivasi tinggi untuk kembali ke Liga Champions, Manchester United kembali menatap Liga Europa dengan serius.
Penulis MG25 Vikriansyah
Editor : Dwi Siswanto