HALO JEMBER - Manchester United memang dikenal sebagai salah satu raksasa Eropa dengan sejarah panjang dan gemilang.
Namun, di ajang UEFA Europa League (UEL), mereka justru kerap menemui jalan terjal dan menariknya, sebagian besar kegagalan mereka datang dari satu sumber yang sama: klub-klub asal Spanyol.
Meski sempat merengkuh trofi UEL di musim 2016–2017, Setan Merah tak bisa menutup jejak kegagalan yang menghantui mereka, terutama saat berhadapan dengan tim-tim dari Negeri Matador.
Rentetan kegagalan itu membentuk pola yang cukup mencolok dan menarik untuk ditelusuri lebih dalam.
Tersandung Pertama: Athletic Bilbao 2011–2012
Kekalahan pertama United dari wakil Spanyol di UEL terjadi pada musim 2011–2012. Saat itu, United yang baru saja turun kasta dari Liga Champions, bertemu Athletic Bilbao di babak 16 besar.
Dengan gaya permainan intens dan penuh determinasi, Bilbao mampu membuat United tertekan. Mereka kalah 2-3 di Old Trafford dan kembali tumbang 1-2 di San Mamés.
Penampilan Bilbao kala itu bukan hanya mengejutkan publik, tetapi juga menjadi peringatan bahwa United tak lagi kebal terhadap serangan penuh energi dari tim-tim Spanyol.
Bagi banyak fans, kekalahan itu menandai awal dari kesulitan United menghadapi gaya main khas La Liga yang tak hanya taktis, tapi juga penuh teknik.
Dihantam Sevilla Dua Kali
Salah satu "momok" terbesar bagi Manchester United di Liga Europa adalah Sevilla FC. Klub asal Andalusia ini benar-benar menjadi duri dalam daging bagi tim Inggris tersebut.
Baca Juga: Benarkah Malas Mandi Bisa Jadi Tanda Disukai Jin? Ini Penjelasan dari Sisi Supranatural
Pada musim 2019–2020, United harus angkat koper di babak semifinal setelah kalah 1-2 dari Sevilla di pertandingan yang berlangsung di Jerman karena pandemi COVID-19.
Ironisnya, kisah pahit kembali berulang pada musim 2022–2023. Kali ini lebih menyakitkan., setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama di Old Trafford dimana dua gol bunuh diri menjadi penyebab utama hasil imbang.
United dihancurkan 0-3 di Ramon Sanchez Pizjuan pada leg kedua. Kekalahan telak ini seolah mempertegas bahwa Sevilla adalah raja tak terbantahkan di kompetisi ini, dan Manchester United masih belum menemukan cara untuk menundukkan mereka.
Tersandung di Final: Villarreal 2020–2021
Final UEFA Europa League 2020–2021 mungkin menjadi salah satu titik nadir dalam sejarah United di turnamen ini.
Berhadapan dengan Villarreal, yang di atas kertas dianggap sebagai lawan yang bisa dikalahkan, United justru tak mampu mendominasi. Pertandingan berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu, dan ditentukan lewat adu penalti dramatis.
Duel penalti yang panjang itu berakhir 11-10 untuk Villarreal setelah kiper David de Gea gagal mengeksekusi tendangan penentu.
Kekalahan itu bukan hanya menyakitkan karena statusnya sebagai final, tapi juga karena banyak yang menganggap ini sebagai kesempatan emas United untuk kembali berjaya di Eropa.
Baca Juga: Chelsea dan MU Jadi Teman Senasib. Tak Masuk UCL Musim Depan.
Mengapa Selalu Tim Spanyol?
Apa yang membuat tim-tim Spanyol begitu menakutkan melawan United? Salah satu faktor utamanya adalah kedisiplinan taktik dan kemampuan adaptasi.
Tim-tim La Liga umumnya memiliki organisasi permainan yang kuat, teknik tinggi, serta mental tanding yang sudah terasah di kompetisi domestik yang sarat persaingan.
Selain itu, beberapa pelatih tim Spanyol memiliki pengalaman luas di Eropa dan mampu membaca permainan tim Inggris dengan sangat baik.
Di sisi lain, Manchester United sering kali kesulitan mempertahankan konsistensi, terutama dalam pertandingan dua leg atau laga gugur.
Meskipun bayang-bayang kegagalan masih membekas, Manchester United tetap menjadi salah satu klub dengan potensi besar untuk bersaing di Eropa.
Pelatih dan manajemen baru harus mampu belajar dari pola kekalahan yang ada, terutama ketika berhadapan dengan lawan dari La Liga.
Editor : Dwi Siswanto