HALO JEMBER - Musim 2024/2025 menjadi titik balik penting bagi Chelsea FC. Setelah dua tahun terlempar dari kompetisi elite Eropa, harapan untuk kembali bersaing di Liga Champions kembali mengemuka.
Di bawah komando Enzo Maresca, The Blues menutup musim dengan performa yang jauh lebih stabil dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Kini, peluang mereka menembus lima besar klasemen Premier League menjadi sorotan hangat, bukan hanya di kalangan fans, tapi juga para pengamat sepak bola Inggris.
Dengan dua laga tersisa, Chelsea mengoleksi 63 poin, angka yang menempatkan mereka di posisi kelima, bersaing ketat dengan Aston Villa dan Nottingham Forest. Dalam konteks klasemen yang sangat dinamis, setiap poin menjadi krusial.
Namun, ada faktor yang membuat peluang Chelsea semakin terbuka, perubahan sistem Liga Champions. Mulai musim depan, UEFA membuka satu slot tambahan untuk negara-negara dengan performa terbaik di kompetisi antarklub Eropa.
Inggris, sebagai salah satu negara dengan koefisien tertinggi, hampir dipastikan akan mendapatkan jatah lima wakil di Liga Champions 2025/2026. Artinya, Chelsea tidak perlu finis empat besar untuk lolos ke kompetisi tersebut, cukup mengamankan tempat di lima besar.
Maresca sendiri tidak gegabah. Dalam sejumlah pernyataannya, ia menegaskan bahwa timnya masih harus melalui dua pertandingan krusial, termasuk duel melawan Manchester United dan laga pamungkas kontra Nottingham Forest.
Ia mengingatkan para pemain untuk tetap fokus, tidak terbuai oleh kalkulasi klasemen sementara. Menariknya, peluang Chelsea ke Liga Champions bukan hanya lewat jalur liga domestik.
The Blues juga tengah bersiap menghadapi final UEFA Conference League melawan Real Betis. Kemenangan dalam laga tersebut secara otomatis membawa mereka ke Liga Europa musim depan.
Namun, jika mereka juga finis di lima besar Premier League, Chelsea bisa memiliki dua tiket kompetisi Eropa, yang berarti mereka bisa memilih antara Liga Europa atau Liga Champions tergantung regulasi final UEFA.
Meski situasi ini terdengar menguntungkan, bukan berarti tantangannya ringan. Aston Villa dan Nottingham Forest juga masih dalam perebutan poin maksimal, dan margin di antara ketiga klub itu sangat tipis.
Kesalahan sekecil apa pun bisa membuat Chelsea tergelincir ke posisi keenam, yang berarti kehilangan tiket ke Liga Champions jika mereka gagal menjuarai Conference League.
Namun secara keseluruhan, atmosfer di Stamford Bridge tampak berbeda. Setelah dua musim penuh keheningan, termasuk kekacauan taktis dan belanja besar-besaran yang tidak membuahkan hasil langsung, Chelsea kini terlihat lebih tenang dan terstruktur.
Kehadiran Maresca memberi nuansa baru: pelatih muda, berpola pikir progresif, dan punya pengalaman sebagai asisten Pep Guardiola, sosok yang identik dengan konsistensi dan efisiensi.
Dari sisi bisnis, kembali ke Liga Champions juga menjadi momen penting. Kompetisi ini adalah panggung yang mendatangkan pendapatan luar biasa, baik dari sisi hak siar, sponsorship, hingga penjualan tiket.
Chelsea tentu ingin menutup musim ini dengan cara yang paling maksimal, sebagai fondasi menuju musim depan yang lebih kompetitif.
Penulis MG25 Vikriansyah
Editor : Dwi Siswanto