PATRANG, Halo Jember - Bagi pemula yang baru mengenal olahraga panahan, perjalanan menuju menjadi atlet andal tidak harus langsung dimulai dengan busur canggih dan mahal. Bahkan dengan busur paralon atau pipa pvc dan anak panah berbahan bambu atau kayu pun bisa.
Alat sederhana ini sangat ideal untuk memperkenalkan teknik dasar memanah.
Pelatih panahan sekaligus Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember Kusuma Irianto mengatakan, busur paralon dan anak panah dari bambu berfungsi sebagai jembatan awal bagi atlet.
Tujuannya agar para atlet baru tidak hanya belajar cara membidik dan menarik busur, namun juga agar terhindar dari cedera otot.
“Setelah dasar-dasar teknik dikuasai dan postur tubuh terbentuk dengan benar, barulah mereka diperkenalkan dengan jenis busur yang lebih serius seperti standar bow, bare bow, recurve, atau compound,” jelasnya.
Namun, tak bisa dimungkiri, pemilihan jenis busur juga sangat bergantung pada kondisi keuangan wali atlet.
Banyak yang ingin langsung ke busur standar, tetapi terkendala biaya.
Karena itu, untuk tahap lanjutan, pihaknya biasanya merekomendasikan bare bow sebagai pilihan ekonomis namun tetap kompetitif.
Agar bisa mulai menggunakan bare bow, setidaknya dibutuhkan perlengkapan dasar seperti busur, anak panah, finger tab, quiver, serta bow stand.
Semua perlengkapan ini bisa didapatkan dengan dana sekitar Rp 5 juta.
Cukup terjangkau untuk mereka yang ingin naik tingkat dari tahap pemula.
Jika keuangan mulai memungkinkan, maka perlengkapan bisa ditingkatkan ke standar bow.
Satu set lengkap alat recurve bisa mencapai 25 juta rupiah.
Kendati begitu, banyak atlet juga menyiasatinya dengan membeli peralatan bekas atau second yang masih layak pakai.
Dunia panahan memang menarik dan menantang.
Meski memerlukan investasi alat yang tidak sedikit, terpenting semangat dan kesungguhan bisa menjadi modal utama.
“Semua peralatan canggih itu hanyalah penunjang yang terpenting adalah latihan, disiplin, dan kecintaan pada olahraga ini,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Sidkin