HALO JEMBER - Manchester United tengah memasuki babak transformasi paling signifikan dalam dua dekade terakhir.
Setelah bertahun-tahun diterpa kritik soal arah klub di bawah kepemilikan keluarga Glazer, masuknya Sir Jim Ratcliffe dan perusahaan multinasional miliknya, INEOS, membawa napas segar sekaligus ekspektasi baru.
Dengan gebrakan mulai dari pembenahan manajemen, rencana ambisius membangun stadion baru, hingga pendekatan transfer yang lebih rasional, MU tampaknya bersiap untuk kembali menantang dominasi papan atas Premier League dan Eropa.
Langkah pertama INEOS adalah merombak manajemen klub. Ratcliffe, yang kini memegang kendali atas aspek sepak bola Manchester United, langsung menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan efisiensi dalam operasional klub.
Dua nama besar langsung didatangkan, Omar Berrada, eks Manchester City, ditunjuk sebagai CEO, sedangkan Dan Ashworth, yang sempat memegang peran vital di Newcastle dan FA, kini mengisi posisi Direktur Olahraga.
Bersamaan dengan restrukturisasi itu, terjadi pemangkasan besar-besaran di sisi staf administratif klub.
Sekitar 250 hingga 300 posisi kerja dikabarkan terpengaruh, sebuah langkah yang dinilai penting demi menciptakan sistem operasional yang ramping namun efektif, sekaligus menyesuaikan diri dengan batasan pengeluaran yang ditetapkan Premier League.
Proyek Old Trafford, Dari Warisan Jadi Landmark Baru
Salah satu langkah berani yang diajukan INEOS adalah rencana pembangunan stadion baru untuk menggantikan Old Trafford, yang disebut-sebut telah tertinggal dari segi fasilitas dibanding stadion-stadion elite lainnya.
Rencana ini mencakup pembangunan stadion berkapasitas 90.000–100.000 tempat duduk, menjadikannya yang terbesar di Inggris, dan mengangkat kembali area Trafford Park sebagai pusat olahraga dan hiburan di wilayah utara negara itu.
Anggaran untuk proyek ini diperkirakan menembus angka £2 miliar, menjadikannya investasi terbesar sepanjang sejarah klub. Meski belum ada tenggat final, dukungan dari pemerintah lokal dan sejumlah sponsor besar dikabarkan mulai mengalir.
INEOS menegaskan proyek ini akan digerakkan dengan prinsip “multi-fungsi” tak hanya untuk sepak bola, tetapi juga konser, bisnis, dan acara komunitas.
Kebijakan Transfer Menghindari Boros
MU dikenal sebagai klub dengan belanja transfer paling mencolok dalam satu dekade terakhir. Namun, hasil di lapangan tak selalu mencerminkan angka tersebut. Era INEOS membawa filosofi baru: cerdas dalam belanja, tajam dalam scouting, dan terukur secara finansial.
Alih-alih memburu nama besar dengan banderol selangit, MU kini lebih fokus pada pemain muda potensial yang memiliki nilai jual jangka panjang. Salah satu nama yang muncul adalah Marc Guiu dari Barcelona, striker muda dengan klausul pelepasan hanya £5 juta.
MU juga memperketat struktur negosiasi dengan memasukkan klausul pembelian kembali dan persentase penjualan ulang sebagai bagian dari perjanjian transfer. Baca Juga: Cerita Barcelona Sapu Bersih Gelar Domestik, Kemenangan Atas Real Madrid Jadi Penutup yang Indah
Masa Depan Klub
Di atas kertas, perubahan besar yang dilakukan oleh Ratcliffe dan INEOS menunjukkan arah yang lebih jelas dan berorientasi jangka panjang. Namun, ekspektasi fans tetap tinggi.
Setelah lebih dari satu dekade tanpa gelar Premier League, hanya hasil di lapangan yang bisa menjawab apakah transformasi ini benar-benar akan mengubah nasib klub.
penulis vikriansyah
Editor : Dwi Siswanto