Halo Jember - Setelah lebih dari satu dekade menanti, Tottenham Hotspur akhirnya mengukir sejarah baru.
Di malam yang penuh emosi di Bilbao, klub asal London Utara itu sukses meraih gelar Liga Europa 2024/2025 usai menundukkan Manchester United atau MU dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal Brennan Johnson cukup untuk mengantarkan Spurs mengangkat trofi yang selama ini terasa seperti mitos bagi mereka.
Kemenangan ini bukan sekadar tentang piala. Ini adalah cerita tentang penebusan, ketekunan, dan akhir manis dari perjalanan panjang yang penuh lika-liku.
Baca Juga: Berikut Kelemahan Manchester United yang Dimanfaatkan Tottenham di Final Liga Europa
Dari Underdog Menjadi Pemenang
Tottenham datang ke final dengan status yang tak banyak dijagokan. Musim domestik mereka berakhir mengecewakan di papan bawah Liga Inggris, dan keikutsertaan di Liga Europa sempat dianggap sebagai pelipur lara.
Namun di bawah kepemimpinan Ange Postecoglou, klub ini menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan di kompetisi Eropa.
Perjalanan mereka di fase gugur cukup meyakinkan. Spurs mencatat kemenangan meyakinkan atas Bodø/Glimt di semifinal dengan agregat mencolok 5-1.
Di sisi lain, Manchester United justru tampil dominan dalam laga-laga sebelumnya, termasuk kemenangan agregat 7-1 atas Athletic Bilbao. Namun, final tetaplah final, dan malam itu milik Tottenham.
Meski hanya mencatatkan penguasaan bola sekitar 30%, Tottenham menunjukkan efektivitas luar biasa. Satu peluang bersih yang dikonversi menjadi gol sudah cukup untuk membungkam ambisi Setan Merah.
Bagi Johnson, ini mungkin hanya satu gol. Tapi bagi fans Spurs, ini adalah sejarah yang akan diceritakan ulang selama bertahun-tahun ke depan.
Deretan Juara Liga Europa
Dengan kemenangan ini, Tottenham resmi masuk dalam daftar elite peraih trofi Liga Europa.
Gelar ini menjadi yang ketiga dalam sejarah klub di kompetisi Eropa, setelah terakhir kali meraih kesuksesan serupa di ajang UEFA Cup 1984.
Berikut adalah daftar juara Liga Europa dalam satu dekade terakhir:
- 2025 – Tottenham Hotspur (Inggris)
- 2024 – Atalanta (Italia)
- 2023 – Sevilla (Spanyol)
- 2022 – Eintracht Frankfurt (Jerman)
- 2021 – Villarreal (Spanyol)
- 2020 – Sevilla (Spanyol)
- 2019 – Chelsea (Inggris)
- 2018 – Atlético Madrid (Spanyol)
- 2017 – Manchester United (Inggris)
- 2016 – Sevilla (Spanyol)
Dari daftar tersebut, terlihat dominasi klub-klub Spanyol yang kerap mendominasi turnamen. Namun, kemenangan Tottenham memberikan warna baru dan menunjukkan bahwa Liga Europa tetap kompetitif dan tak mudah diprediksi.
Manajer Ange Postecoglou mencatatkan sejarah sebagai pelatih Australia pertama yang sukses mengangkat trofi Eropa.
Dalam waktu relatif singkat sejak kedatangannya ke Premier League, ia berhasil memberikan identitas dan semangat baru bagi klub yang lama berkubang dalam tekanan ekspektasi.
Penulis : MG25 Vikriansyah
Editor : Dwi Siswanto