Halo Jember - Meraih trofi adalah impian semua klub sepak bola, tetapi mendominasi tiga kompetisi dalam satu musim (liga domestik, piala domestik, dan Liga Champions Eropa), adalah pencapaian yang hanya berhasil diraih segelintir tim elite.
Prestasi yang dikenal sebagai “ treble winner ” ini menjadi tolok ukur supremasi total sebuah klub, sekaligus mencatatkan mereka dalam sejarah sepak bola sebagai kekuatan yang tak tergoyahkan.
Hingga pertengahan 2025, hanya sebelas klub Eropa yang berhasil mendapatkan treble winner.
Capaian ini bukan hanya mencerminkan konsistensi permainan di level tertinggi, tetapi juga kemampuan mengelola tekanan di berbagai kompetisi dalam satu musim yang padat.
Klub-Klub Peraih Treble Winner
1. Celtic FC (1966/67)
Klub asal Skotlandia ini menjadi pelopor keberhasilan treble Eropa.
Dengan sebutan "Lisbon Lions", Celtic memenangkan Liga Skotlandia, Piala Skotlandia, Piala Liga Skotlandia, dan Liga Champions (saat itu masih bernama European Cup).
Mereka menjadi klub pertama yang meraih empat trofi utama dalam satu musim, rekor yang belum tertandingi hingga hari ini.
2. Ajax Amsterdam (1971/72)
Dipimpin oleh maestro Johan Cruyff dan filosofi Total Football yang revolusioner, Ajax menyapu bersih Eredivisie, KNVB Cup, dan Liga Champions.
Baca Juga: Ini Detail 3 Motor yang Raib Digondol Maling dari Rumah Dinas Kejaksaan Negeri Lumajang
Mereka tak hanya menang, tapi juga mengubah cara dunia memandang sepak bola.
3. PSV Eindhoven (1987/88)
Meskipun tak sefenomenal Ajax, PSV juga menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan merebut treble di bawah arahan Guus Hiddink.
Mereka menyegel Eredivisie, KNVB Cup, dan Liga Champions setelah menundukkan Benfica lewat adu penalti dramatis.
4. Manchester United (1998/99)
Salah satu treble paling dikenang datang dari Inggris. Di musim penuh keajaiban ini, pasukan Sir Alex Ferguson menjuarai Premier League, FA Cup, dan Liga Champions.
Final Liga Champions mereka mampu membalikkan keadaan melawan Bayern München/
Hanya dalam injury time, masih dikenang sebagai salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah sepak bola.
5. Barcelona (2008/09 dan 2014/15)
Barcelona menjadi satu-satunya klub yang sukses menggondol treble winner sebanyak dua kali.
Di bawah Pep Guardiola pada 2009 dan Luis Enrique pada 2015, mereka menyempurnakan permainan indah dengan gelar La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Kekuatan kolektif, teknik tinggi, dan visi permainan menjadi resep kesuksesan mereka.
6. Inter Milan (2009/10)
Tim Italia ini meraih kejayaan di era Jose Mourinho. Kombinasi strategi bertahan yang solid dan penyelesaian akhir yang tajam membawa mereka meraih Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Kemenangan atas Bayern di final Liga Champions menjadi puncak kejayaan Inter yang belum terulang.
Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Keluarkan SE Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik
7. Bayern München (2012/13 dan 2019/20)
Klub Bundesliga ini mengukir prestasi ganda dengan dua treble dalam satu dekade. Pada musim 2012/13, mereka mengalahkan rival senegara Borussia Dortmund di final Liga Champions.
Sementara pada musim 2019/20, mereka menunjukkan dominasi luar biasa dalam kompetisi yang terpengaruh pandemi, mengalahkan PSG di final.
8. Manchester City (2022/23)
Pep Guardiola kembali menorehkan sejarah, kali ini bersama The Citizens. Mereka tampil dominan di Premier League, memenangkan Piala FA, dan akhirnya mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya setelah menundukkan Inter Milan.
Dengan gaya bermain penuh presisi dan penguasaan bola, City memperlihatkan kekuatan modernisasi taktik sepak bola.
9. Paris Saint-Germain (2024/25)
Musim ini menjadi tonggak sejarah bagi PSG. Setelah bertahun-tahun memburu trofi Eropa, mereka akhirnya meraih treble dengan menjuarai Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions.
Dalam final yang berat sebelah, mereka menundukkan Inter Milan secara meyakinkan, menandai babak baru ambisi mereka untuk menegaskan posisi sebagai kekuatan global.
penulis vikriansyah
Editor : Dwi Siswanto