HALO JEMBER – PSG menjadi tim yang baru memenangkan Liga Champions 2025 setelah menumbangkan Inter Milan 5-0 di partai puncak.
PSG juga tercatat sebagai tim yang memenangkan treble winner.
Diantara klub daratan eropa yang meraih treble winner, ada Barcelona hingga Manchester City (MC).
Justru Manchester United atau MU lah yang jadi kesebelasan pertama raih treble winner di era Liga Champions. Kok Bisa?
Sejarah Liga Champions
Berbicara tim mana yang menjadi raja Liga Champions tentu saja Real Madrid. Los Blancos, julukan Real Madrid mengoleksi total 15 trofi.
Posisi ke dua dari raksasa Seri A Liga Itali, yaitu AC Milan dengan tujuh trofi Liga Champions. Sementara itu, Liverpool harus puas berada di urutan ketiga bersama Bayern Munich dengan enam gelar dan Barcelona memiliki lima trofi.
Inisiatif penyelenggaraan Liga Champions bermula dari UEFA yang kepincut dengan turnamen serupa di Amerika Selatan.
Klub-klub Amerika Selatan sejak 1948 sudah mengenal kompetisi regional bernama Campeonato Sudamericano de Campeones, yang terbilang sukses dan menjadi cikal bakal Copa Libertadores.
Hal ini lah yang memantik jurnalis majalah L'Equipe, Gabriel Hanor, untuk mengusulkan proposal diadakannya turnamen serupa di benua Eropa.
Faktor lain yang juga menjadi dorongan adalah ketika pelatih Wolverhampton Wanderers, Stan Cullis.
Dia mengklaim bahwa timnya adalah tim sepak bola terbaik di Eropa setelah berhasil menang dalam beberapa pertandingan uji coba melawan klub-klub negara lain di Benua Eropa.
Hal tersebut kemudian menjadi kontroversial di kalangan sepak bola benua biru. Banyak pihak beranggapan bahwa Wolverhampton belum bisa disebut sebagai tim terbaik karena masih ada tim lainnya seperti Real Madrid dan AC Milan.
Pada masa-masa awal turnamen ini namanya bukan Liga Champions. Tapi European Champions Clubs' Cup atau European Cup.
Barulah pada tahun 1992 turnamen ini berubah nama menjadi UEFA Champions League atau UCL dan dikenal sebagai Liga Champions hingga saat ini.
Tim Pertama Raih Trebel di Era UCL
Sejak digulirkan UCL pada tahun 1992, kesebelasan yang pertama kali meraih treble winner adalah MU pada musim 1998/1999.
Final Liga Champions tahun 1999 juga sangat menyita perhatian public dan menjadi laga yang tidak akan dilupakan Pierluigi Collina.
Wasit sepak bola legendaris asal Itali yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia tersebut memimpin laga final Liga Champions 1999 antara Bayern Munchen versus Manchester United.
“Dua gol MU di injury time, saya melihat pemain Bayern Munchen itu terpukul. Mata yang awalnya optimis juara, tiba-tiba runtuh begitu saja. Pemain tidak ada semangat lagi untuk bermain,” ungkap Collina.
Musim 1998-1999 adalah musim bersejarah buat tim berjuluk Setan Merah dengan menyabet gelar Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.
Bahkan United masuk buku sejarah sebagai tim pertama Inggris yang meraih treble.
Baca Juga: Alas Purwo: Hutan Mistis di Ujung Timur Jawa dan 5 Mitos yang Masih Hidup hingga Kini
Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, United mampu mengakhiri penantian panjang untuk merebut kembali trofi Liga Champions sejak 1968.
United yang saat itu diperkuat pemain akademi asli mereka seperti David Beckham, Ryan Giggs, Dwight Yorke bahkan menjadikan laga final Liga Champions musim 1998-1999 sangat berkesan lewat comeback luar biasa di detik-detik akhir laga.
United saat itu tidak bisa diperkuat Roy Keane dan Paul Scholes karena akumulasi kartu, namun laga yang berlangsung di Camp Nou itu berjalansangat dramatis.
Sempat tertinggal lebih dulu, United akhir mampu membalas lewat dua gol kemenangan Setan Merah yang dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di masa injury time. Baca Juga: Tumbangkan Setan Merah, Performa Harry Amass Jadi Sorotan Ruben Amorim
Editor : Dwi Siswanto