SUMBERSARI, Halo Jember - Perbasi Jatim pilih Jember sebagai lokasi awal pelaksanaan Mama Evi Goes to School, mengapa?
Upaya membangun fondasi bola basket usia dini digerakkan oleh Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jatim, Grace Evi Ekawati.
Hal itu digerakkan melalui program Mama Evi Goes to School.
Kegiatan ini menyasar siswa SD dan SMP sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pembentukan generasi atlet.
Jember dipilih sebagai lokasi awal karena dianggap memiliki potensi besar di antara daerah lainnya.
Evi atau yang lebih dikenal Mama Evi menjelaskan, kegiatan ini direncanakan berlangsung di tiga SD dan satu SMP yang telah menyatakan kesiapan menerima kunjungan.
Dalam program Mama Evi Goes to School tersebut, pelajar akan dikenalkan dengan dasar-dasar olahraga basket, diberi motivasi, dan dilibatkan dalam sesi dialog.
Perbasi Jatim menargetkan program ini memperluas cakupan ke sekolah-sekolah lain di berbagai daerah.
Rencana kedatangan di Jember itu pada 28 hingga 29 Juni nanti.
Dia menilai pendekatan pengenalan olahraga di usia dini lebih efektif untuk membangun kedisiplinan, kebugaran, dan minat anak terhadap prestasi.
Apabila banyak sekolah yang telah dipetakan dan sangat berpotensi, safarinya di Jember bisa diperpanjang lagi.
“Kami ingin masuk ke SD, untuk membuat fondasi mengenalkan bola basket untuk anak generasi emasnya Indonesia tahun 2045,” ucapnya.
Dipilihnya Jember tidak lepas dari potensi lokal dan kemudahan akses sosial yang sudah terbangun.
Jember, kata dia, akan dijadikan model awal program Mama Evi Goes to School di Jawa Timur sebelum diterapkan ke kota lain.
Perempuan yang juga merupakan Wakil Ketua PB Perbasi zona Jawa ini juga membuka ruang pemetaan bakat dalam agendanya tersebut ke Jember.
Meski minim fasilitas, program tetap dijalankan dengan pendekatan adaptif.
Mama Evi menyampaikan, metode pengenalan tidak mengandalkan lapangan atau perlengkapan standar, melainkan kreativitas dalam pemanfaatan lingkungan.
Program tersebut juga rupanya dirancang untuk mendorong penguatan kapasitas lokal melalui pelatihan pelatih bersertifikat.
Guru-guru sekolah disasar untuk mendapatkan lisensi kepelatihan basket tingkat dasar.
“Perbasi Jawa Timur yang mengeluarkan lisensi, tapi harus kami kumpulkan mereka. Kami kasih penataran istilahnya ilmu selama empat hari,” tambahnya.
Selain Jember, Kota Madiun disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap program ini.
Grace menyatakan pihaknya siap memperluas program jika mendapat dukungan pemerintah daerah. (sil/dwi)
Editor : Sidkin