SUMBERSARI, Halo Jember – Latihan keras tidak cukup bisa mempersembahkan kemenangan di dunia olahraga. Mental bertanding dan kedisiplinan juga menjadi kunci.
Hal inilah yang disampaikan Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember Erfan Friambodo dalam pembekalan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 yang digelar 20 Juni nanti.
PBSI Jember memberikan penguatan mental atletnya di Lapangan Bulutangkis PB DMG, Gunung Batu, Sumbersari, Senin malam (16/6).
Bahkan, dalam acara tersebut PBSI dengan tegas akan melakukan penyitaan handphone atletnya saat di Malang nanti.
“HP kami sita ini bukan kesepakatan. Tapi harus kami lakukan dan harus diikuti oleh atlet,” tegas Erfan Friambodo.
Erfan mengatakan, selama di Malang nanti, pihaknya ingin atlet fokus 100 persen ke pertandingan Porprov.
Hal-hal yang dinilai mengganggu, dicoba untuk dihindari sedini mungkin, termasuk terlalu lama bermain HP.
“Setelah bertanding silahkan ambil HP. Tapi waktunya istirahat, HP kami sita,” terangnya.
Pada intinya, saat istirahat nanti benar-benar dimaksimalkan untuk istirahat.
Menurutnya, untuk pemulihan fisik ataupun otot atlet setelah bertanding adalah dengan tidur.
“Recovery terbaik itu tidur. Tidak ada yang lain,” katanya.
Pemakaian HP berlebih, tambah dia, juga tidak baik terutama bermain medsos.
“Kami ingin atlet kami benar-benar memikirkan pertandingan, tidak memikirkan medsos, tidak memikirkan komentarnya netijen atau lainnya,” imbuhnya.
Dalam acara penguatan mental tersebut, sejumlah atlet juga diberikan kesempatan berbicara hal apa saja yang mengganggu pikirannya sebelum pertandingan.
“Semuanya ini (atlet bulutangkis Porprov Jember, Red) pernah turun di Porprov edisi sebelumnya. Jadi apa yang dibutuhkan dan apa saja yang ganggu konsentrasi pertandingan disampaikan,” papar Erfan.
Pria kelahiran Malang ini ingin memastikan raket yang dipakai atletnya ini siap 100 persen.
“Standarnya punya 4 raket, minimal 3 raket. Kalau raketnya putus saat pertandingan atau sebelumnya, tidak usah dipikirkan. Biar itu dipikirkan ofisial,” terangnya. (kin/dwi)
Editor : Sidkin