KOTA MALANG, Halo Jember - Pencak silat termasuk cabor unggulan yang menjadi salah satu andalan Jember dalam mengumpulkan pundi-pundi medali pada Porprov Jatim IX 2025.
Namun, sejumlah atlet mulai kewalahan menghadapi lawan-lawannya.
Terhitung, dari 20 atlet yang diturunkan, enam diantaranya telah gugur.
Salah satunya adalah pesilat kelas B putri, Ajeng Permatasari yang dipaksa harus mengakui keunggulan Deshinta Aulia Maharani dari Kabupaten Ngawi, Rabu (2/7) di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang.
Tak tanggung-tanggung, Ajeng kalah telak dengan skor 36 - 10.
Sejak ronde pertama, Dhesinta telah menunjukkan dominasinya yang membuat Ajeng kian kalah mental.
Bahkan, ronde pertama dimenangkan Dhesinta dengan skor 14-3.
Pada babak kedua dan ketiga, Ajeng makin tertekan, bahkan dia sempat melakukan pelanggaran keras.
Ajeng melakukan tendangan dan mengenai leher Dhesinta.
Saat diwawancai Jawa Pos Radar Jember, Ajeng mengaku kurang porsi latihan dan merasa grogi.
Terlebih ini merupakan kompetisi Porprov pertamanya.
"Mungkin latihan saya kurang sehingga kalah dari sisi teknik maupun fisik," katanya.
Hal itu berbanding terbalik dengan Dhesinta yang merupakan peraih perak di kategori yang sama pada Porprov Jatim VIII 2023 lalu.
"Target saya, lebih baik dari tahun lalu, jadi harus dapat emas," kata Dhesinta yakin.
Sementara itu pelatih Pencak Silat Jember, Yunanta Chandra menyampaikan, selain Ajeng terdapat lima pesilat lain yang telah gugur.
Namun dia masih optimis dapat memenuhi target meraih dua emas.
Sebab dari 20 atlet Pencak Silat Jember, satu diantaranya pernah meraih emas pada Porprov edisi sebelumnya.
"Tahun lalu kami dapat satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Kali ini kami menargetkan 2 emas," katanya. (yul/dwi)
Editor : Sidkin