ANTON Tri Cahyono, pelatih cabang olahraga (cabor) petanque Jember menjelaskan, bermain pentaque juga soal menahan dan berfikir.
Mengontrol emosi dan berpikir sebelum memutuskan pendaratan bosi. "Untuk menemukan feeling lemparan atau ayunan bosi, bahkan butuh waktu setahun," ungkapnya.
Pria 20 tahun itu mengatakan, latihan petanque dengan konsisten akan membentuk feeling yang presisi.
Seolah kekuatan pikiran dan ayunan tangan telah menyatu dengan bosi. "Jadi hampir sama, 50 persen teknik dan 50 persen feeling," ucapnya.
Peraih medali perak dalam Porprov Jatim 2022 itu menganggap olahraga petanque sangat sederhana.
Namun, mampu membuatnya merefleksikan dalam kehidupan. "Harus berpikir dulu sebelum bertindak," ulasnya.
Maka, permainan ini agaknya cocok bagi siapapun yang ingin belajar emosi.
Berlatih disiplin dan memantapkan tujuannya.
Seperti bagaimana menepatkan ayunan tangan melempar bosi agar sedekat mungkin dengan boka, sehingga bisa mendapatkan poin maksimal.
Atlet petanque di Jember masih terbilang minim, 16 orang.
Wajar, karena cabor baru dan masih dalam proses berkembang menunjukkan eksistensinya.
Tapi Anton meyakinkan, petanque adalah olahraga yang bisa dimainkan dimanapun.
Tergolong murah karena hanya butuh bola kayu dan bola besi atau bosi, selanjutnya dimainkan di tanah lapang.
"Petanque juga minim cedera," ujarnya. (sil/dwi)
Editor : Dwi Siswanto