HALO JEMBER, Radar Jember – Kesalahan passing, mis komunikasi, hingga terburu-buru dalam membangun serangan menjadi cacatan permainan Persid U17 pada pertandingan melawan Malang United, kemarin (12/7) di Stadion Jember Sport Garden (JSG).
Pada laga perdana Grup I Piala Soeratin Jatim tersebut Persid kalah 2-3 (0-2).
Sementara itu pelatih Persid Jember U17 Jainuri mengakui, permainan anak didiknya ini cukup buruk. Termasuk ada hal di luar teknis yang mempengaruhi.
Yaitu masih demam panggung. “Mental anak-anak masih belum siap pada pertandingan kali ini,” paparnya.
Menurutnya dua gol kebobolan pada babak pertama berasal dari kesalahan komunikasi para punggawa persid. Terlebih, keberuntungan tidak berpihak pada Persid.
Sebab menjelang akhir pertandingan lawan berhasil kembali mencetak satu gol.
"Kalah satu kesalahannya juga saat membangun serangan. Build up, anak-anak melakukan umpan panjang yang akhirnya dipotong oleh lawan," katanya.
Gol pembuka Malang United ini terjadi menit 16. Berawal dari kesalahan center back Persid U17 dalam long pass.
Bola itu justru dekat dengan pemain depan Malang United. Kesempatan itu tak disia-siakan.
Tendangan kaki kiri pemain bernomor punggung 11 Farel Sahadha pun menjebol gawang Persid Jember Junior. 0-1 untuk Malang United.
Macan Raung junior berupaya bangkit. Serangan demi serangan dilancarkan.
Akan tetapi, Malang United justru tetap menyerang dan bermain terbuka.
Tim berjuluk Kuda Hitam itu pun menggandakan keunggulan di babak pertama.
Farel kembali merobek jala gawang Persid Jember yang dijaga Faisal Jamil di menit 42. Skor 0-2 untuk Malang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, sejumlah pemain Persid Jember diganti. Salah satunya memasukkan Dimas Alfarizi, kiper Persid. Jember langsung tancap gas untuk menyerang.
Tetapi sejumlah peluang gagal dimanfaatkan. Gol Jember baru tercipta di menit ke-54 melalui tendangan Tegar Ageng Satriyo.
Gol itu juga memacu semangat pemain Jember. Kesempatan menyamakan kedudukan pun datang.
Pemain depan Jember dilanggar di kotak terlarang. Penalti untuk Jember. Kapten Jember Yoga Rohiqim Mahtum Firmansyah tak menyia-nyiakannya.
Melalui tendangan 12 pas, kaki kirinya berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang kiper Malang United, Ahmad Fitra Fauzan.
Pada menit ke-92 itu, skor menjadi 2-2. Akan tetapi petaka untuk Jember terjadi di penghujung waktu, tepatnya menit ke 90+7.
Melalui tendangan bebas, lalu terjadi kemelut di depan gawang, pemain Malang United kembali membobol Jember.
Sementara itu, Pelatih Malang United U17 Mahmudiono bersyukur timnya berhasil menang.Para pemain, kata dia, berhasil menjalankan instruksi selama pertandingan.
“Cukup menarik. Anak-anak main sesuai apa yang sudah diterapkan sebelumnya,” pungkasnya.
Sementara itu, di laga Grup I lainnya Mitra Surabaya U17 menjamu Assyabaab Bangil U17.
Pada pertandingan jam pertama itu, Mitra Surabaya berhasil menang tipis 1-0 berkat gol bunuh diri pemain Assyabaab Kenza Adi Tri Hermansyah di menit 90+1. (kin/yul/dwi)
Editor : Dwi Siswanto