TAEKWONDO bukan sekadar olahraga bela diri. Gerakan cepat dan akurat jadi ciri khasnya.
Tapi untuk bisa menampilkan performa maksimal, penguasaan teknik dasar jadi fondasi paling penting.
Sebelum naik ke level lanjutan, setiap atlet harus memahami empat teknik utama.
Diantaranya kuda-kuda, pukulan, tendangan, dan tangkisan. Semua gerakan ini wajib dikuasai agar keseimbangan, kekuatan, dan kecepatan bisa terbentuk sejak awal.
“Kami fokuskan latihan di teknik dasar terlebih dahulu. Karena dari situ semua gerakan lanjutan bisa berkembang dengan sempurna,” jelas Ketua Yusuf Taekwondo Academy (YTA) Lumajang, Dwi Ilmi Agustina.
Menurutnya, teknik dasar dilakukan secara repetitif agar menjadi refleks bagi atlet. Misalnya, kuda-kuda yang berfungsi menjaga posisi tubuh agar tetap stabil saat bertahan atau menyerang.
Selanjutnya, pukulan dan tangkisan melatih koordinasi tangan serta fokus saat menghadapi serangan lawan.
Sementara tendangan, menjadi elemen khas taekwondo yang mengandalkan fleksibilitas serta power kaki.
“Kalau empat dasar ini sudah kuat, atlet lebih siap masuk ke teknik lanjutan seperti kyourugi (tarung) atau poomsae (gerakan seni),” tambahnya.
Dwi menyebut, teknik dasar sering kali dianggap sepele oleh pemula. Padahal, justru dari dasar itulah karakter bertanding seorang atlet terbentuk.
Tak sedikit yang gagal di pertandingan karena teknik dasarnya belum matang.
“Latihan boleh keras, tapi pondasinya harus kuat. Teknik dasar bukan hanya latihan awal, tapi bekal utama sampai ke tingkat profesional,” tegasnya.
Ciri khas taekwondo ada pada dominasi tendangan serta kekuatan kaki yang mampu melumpuhkan lawan dari jarak jauh.
Untuk itu, Pelatih biasanya mengulang latihan teknik dasar hingga atlet benar-benar mampu mengaplikasikannya dengan sempurna. (dea/dwi)
Editor : Dwi Siswanto