Olahraga padel pertama kali lahir di Acapulco, Meksiko, tahun 1969. Seorang pengusaha bernama Enrique Corcuera mengubah halaman rumahnya menjadi lapangan permainan baru.
Karena area rumahnya terbatas, ia membuat lapangan lebih kecil daripada tenis, dikelilingi dinding beton dan pagar kawat agar bola tidak keluar. Dari sinilah cikal bakal padel muncul.
Awalnya, padel hanya dimainkan di kalangan keluarga dan sahabat Corcuera.
Namun, permainan unik ini menarik perhatian wisatawan Spanyol yang sedang berkunjung. Mereka kemudian membawa padel ke Spanyol pada awal 1970-an.
Dari negeri matador inilah padel berkembang pesat, terutama setelah didukung tokoh olahraga dan selebritas.
Pada dekade 1990-an, padel mulai menyebar ke berbagai negara Eropa, Amerika Latin, hingga Timur Tengah. Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Spanyol dan Argentina, yang kini menjadi dua pusat kekuatan padel dunia. Bahkan, lebih dari 20.000 lapangan padel tercatat ada di Spanyol saja.
Popularitas padel makin melonjak ketika dibentuk Federación Internacional de Pádel (FIP) pada 1991.
Federasi ini berperan mengatur aturan permainan, menyelenggarakan turnamen internasional, dan mendorong padel masuk sebagai olahraga resmi di berbagai ajang olahraga dunia.
Kini, padel disebut-sebut sebagai olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dimainkan di lebih dari 90 negara. Banyak yang menyebutnya sebagai “perpaduan tenis dan squash” yang lebih inklusif, karena mudah dimainkan, menyenangkan, dan tidak membutuhkan kemampuan teknik setinggi tenis.
Baca Juga: Ternyata War Ticket Tidak Hanya di Konser, Padel juga Ada
- Ditemukan pertama kali di Meksiko tahun 1969 oleh Enrique Corcuera.
- Kini populer di Spanyol, Amerika Latin, Eropa, hingga Asia.
- Padel masuk ke Indonesia sekitar tahun 2021–2022, dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.
Lapangan
- Ukuran lebih kecil dari tenis (20m x 10m).
- Dikelilingi dinding kaca & jaring.
- Lantai biasanya berwarna biru/rumput sintetis.
- Baca Juga: Hobi Minum Matcha Setiap Hari? Waspadai Efek Samping Tersembunyi yang Bikin Tubuh Drop!
Peralatan
- Raket tanpa senar, berbentuk solid dengan lubang-lubang kecil.
- Bola mirip bola tenis, tapi tekanan udaranya sedikit lebih rendah.
Aturan Main
- Dimainkan dalam format ganda (2 lawan 2).
- Skor sama dengan tenis: 15 – 30 – 40 – game.
- Bola yang memantul dari dinding masih boleh dimainkan.
- BOLA
- Mirip bola tenis tetapi tekanan udaranya sedikit lebih rendah sehingga pantulannya lebih lambat. Diameter sekitar 6,35–6,77 cm.
Sumber: Diolah dari beragam sumber.
Editor : Dwi Siswanto