Halo Jember – Kebangkitan ganda putra muda Indonesia semakin terasa setelah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin membuat kejutan besar di Australia Open 2025.
Keduanya datang tanpa beban, namun pulang membawa trofi Super 500 pertama dalam karier mereka.
Kemenangan tersebut sekaligus mengubah cara publik memandang peta regenerasi di Pelatnas.
Dari awal turnamen di Sydney, langkah mereka sudah menunjukkan tren positif meski tak diunggulkan.
Raymond/Joaquin menghadapi lawan-lawan berpengalaman, termasuk tiga pasangan Malaysia yang dikenal punya kekuatan di sektor ganda.
Pertarungan panjang hingga tiga gim di beberapa pertandingan justru menempa ritme dan mental bertanding mereka.
Hingga akhirnya mereka berhasil menembus partai puncak kontra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang jauh lebih senior.
Final digelar dengan tempo tinggi, namun Raymond/Joaquin mampu menjaga fokus pada poin-poin kritis untuk memastikan kemenangan dalam tiga gim.
Titel ini menjadi pencapaian paling besar sejak mereka dipasangkan dan menjadi pijakan menuju level elite.
Publik kemudian mulai membicarakan gaya bermain mereka yang dianggap mengingatkan pada era Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.
Walau mendapat banyak julukan dari penggemar, keduanya memilih tetap melangkah realistis tanpa terbebani ekspektasi.
Efek kemenangan ini membuat peringkat mereka melonjak ke posisi 24 dunia.
Lompatan tersebut terasa luar biasa mengingat pada awal musim mereka memulai perjalanan dari peringkat 300-an.
Konsistensi mereka terlihat dari jejak prestasi bertahap mulai dari International Series, Super 100, hingga menembus Super 500.
Usai euforia Australia Open, keduanya kini bersiap untuk tantangan berikutnya di SEA Games 2025 Thailand.
PBSI memang memprioritaskan regenerasi, dan Raymond/Joaquin menjadi bagian penting dalam proyek tersebut.
Duet muda ini akan bergabung dengan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana untuk memperkuat sektor ganda putra Merah Putih.
Dengan perkembangan yang terus merangkak naik, Raymond/Joaquin menunjukkan tanda-tanda kuat sebagai wajah baru ganda putra Indonesia.
Perjalanan mereka masih panjang, namun fondasi untuk bersaing di papan atas sudah mulai terbentuk secara solid.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah
Editor : Sidkin