AJUNG, Halojember.jawapos.com – Persid Jember bersiap menjalani laga krusial babak 16 besar Liga 4 Jawa Timur melawan Persida Sidoarjo di Stadion Jember Sport Garden (JSG), sore ini (19/1).
Laga perdana fase gugur ini menjadi pintu awal Macan Raung untuk melangkah lebih jauh di kompetisi.
Bermain di kandang sendiri tak membuat Persid larut dalam euforia.
Tim pelatih meminta para pemain tetap fokus dan tidak meremehkan lawan.
Persida Sidoarjo datang dengan status mentereng sebagai juara Grup O.
Tim asal Kota Delta itu menyapu bersih empat pertandingan dengan catatan 23 gol tanpa kebobolan.
Di babak 32 besar, Persida kembali tampil solid dengan tiga kemenangan, enam gol, dan hanya sekali kebobolan.
Catatan tersebut membuat Persida layak disebut sebagai lawan berat.
Pelatih Persid Jember Agus Yuwono mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah.
“Mereka bisa sampai 16 besar itu artinya tim yang berat dan tidak boleh diremehkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Persid juga membawa modal kepercayaan diri yang cukup kuat.
Persid lolos sebagai juara Grup H dengan torehan 10 gol dan hanya satu kali kebobolan.
Langkah Persid berlanjut meski hanya finis sebagai runner-up Grup DD dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Namun capaian itu tak membuat tim besar kepala.
“Sejak awal mentalitas kami tidak pernah menganggap lawan ini lebih ringan atau lebih berat, semua kami anggap sama,” kata Agus.
Menjelang pertandingan, Persid memilih fokus penuh pada sesi latihan.
Waktu persiapan yang mepet dimanfaatkan tim pelatih untuk membenahi detail permainan.
Evaluasi dilakukan demi memastikan tim tampil lebih siap saat kickoff.
“Minimal kami jaga kondisi, lalu memperbaiki kekurangan dan meningkatkan apa yang sudah bagus sebelum pertandingan,” jelasnya.
Dalam latihan, organisasi permainan menjadi menu utama, baik saat bertahan maupun menyerang.
Kondisi fisik pemain juga mendapat perhatian khusus mengingat cuaca yang kerap berubah.
Agus menilai mental pemainnya sudah cukup teruji menghadapi tekanan pertandingan besar.
Soal mencetak gol, ia menegaskan bukan hanya tugas striker semata.
“Bukan soal striker saja, semua bisa terlibat, striker bisa buka ruang dan pemain lain yang manfaatkan,” pungkasnya. (kin)
Editor : Sidkin