PAMEKASAN, Halojember – Air mata bahagia pecah di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Minggu sore (15/2/2026).
Persid Jember menutup perjuangannya di Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur dengan kepala tegak setelah mengamankan peringkat ketiga.
Kemenangan 4-1 atas Persinga Ngawi terasa seperti hadiah untuk kerja keras panjang pemain, pelatih, dan suporter yang setia menunggu kebangkitan Laskar Macan Raung.
Pertandingan sempat membuat jantung berdebar. Persinga lebih dulu unggul lewat Muhammad Zulkhairi pada menit ke-29.
Namun, hanya dua menit berselang, Ghifari Vaiz Aditya membalas, menghidupkan kembali semangat tim.
Gol itu menjadi titik balik. Vaiz kembali mencetak gol pada menit ke-40 dan membawa Persid berbalik unggul sebelum turun minum.
Dari pinggir lapangan, rekan-rekannya berlari memeluknya seolah semua beban musim ini runtuh dalam satu momen sederhana bernama gol.
Babak kedua berjalan lebih emosional. Persinga mencoba bangkit, tetapi Persid bermain dengan hati, bukan sekadar taktik.
Ahmad Dedi memperlebar jarak pada menit ke-80, membuat para pemain cadangan berdiri dan berteriak lega.
Menjelang akhir laga, Junior Putra Bima menutup kemenangan pada menit ke-87.
Ini bukan sekadar gol keempat, melainkan penutup perjalanan panjang penuh jatuh bangun.
Peluit panjang berbunyi, skor 4-1 tak lagi penting dibanding maknanya.
Persid memang bukan juara pertama, tetapi hari itu mereka memenangkan sesuatu yang lebih dalam: harga diri, harapan, dan kepercayaan bahwa sepak bola Jember telah bangkit dan punya masa depan.
Untuk diketahui, Persid Jember telah lolos Liga 4 putaran nasional. Laga ini direncanakan digelar setelah Lebaran. Diperkirakan akhir bulan Maret atau awal April mendatang.*
Editor : Sidkin