HALOJEMBER – Kompetisi sepak bola di Eropa umumnya berlangsung dari pertengahan tahun hingga musim semi.
Jadwal ini sudah menjadi pola yang berlangsung lama dalam dunia sepak bola.
Banyak yang bertanya, mengapa kompetisi tidak digelar sepanjang tahun atau mengikuti kalender biasa?
Pengamat sepak bola, Budi Santoso menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu alasan utama.
“Musim dingin ekstrem di beberapa negara membuat pertandingan sulit digelar jika terlalu lama,” jelasnya.
Selain itu, jadwal hingga musim semi memberikan waktu yang cukup bagi klub untuk menjalani berbagai kompetisi, termasuk liga domestik dan turnamen Eropa.
Dengan jadwal tersebut, kompetisi bisa berjalan lebih terstruktur dan tidak terlalu padat di satu periode.
“Kalau terlalu singkat, jadwalnya bisa sangat padat dan berisiko untuk pemain,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kalender ini sudah menjadi standar internasional yang diikuti banyak negara.
Perubahan jadwal akan berdampak luas, termasuk pada agenda tim nasional dan turnamen besar.
“Semua sudah saling terhubung, jadi tidak bisa diubah sembarangan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian jadwal bukan hanya soal teknis, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek.
“Sepak bola modern itu kompleks, banyak faktor yang harus dijaga,” pungkasnya.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi