Halojember - Emosi Bruno Fernandes di lapangan kembali jadi sorotan. Gelandang Manchester United itu kerap terlihat bereaksi keras, baik kepada wasit maupun rekan setim saat pertandingan berlangsung.
Namun, sikap tersebut tidak sepenuhnya dipandang negatif. Mantan gelandang MU yang kini jadi pelatih, Michael Carrick, justru melihat sisi lain dari karakter Fernandes.
Carrick menilai, luapan emosi Fernandes masih dalam batas wajar selama tujuannya untuk membantu tim. “Selama niatnya benar, saya tidak punya masalah dengan itu,” ujarnya.
Menurut Carrick, karakter emosional seperti yang dimiliki Fernandes kerap muncul dari keinginan besar untuk menang.
Hal itu justru menjadi bagian dari mental kompetitif yang dibutuhkan di level tertinggi.
Di beberapa pertandingan, Fernandes memang terlihat tidak ragu menunjukkan ekspresi frustrasi.
Baik saat peluang gagal dimanfaatkan, keputusan wasit dianggap merugikan, maupun ketika ritme permainan tim menurun.
Meski demikian, Carrick menegaskan bahwa sikap tersebut tidak boleh sampai merugikan tim.
Ia mengingatkan bahwa pemain tetap harus mampu mengontrol emosi agar tidak berujung pada kartu atau keputusan yang merugikan.
Di sisi lain, kontribusi Fernandes di lapangan tetap tidak terbantahkan. Ia masih menjadi salah satu pemain kunci dalam skema permainan Manchester United, baik dalam membangun serangan maupun menciptakan peluang.
Performa itu yang membuat sikap emosionalnya masih bisa ditoleransi. Selama memberikan dampak positif bagi tim, karakter tersebut justru dianggap sebagai bagian dari kepemimpinan di lapangan.
Carrick pun menilai, pemain dengan karakter kuat seperti Fernandes tetap dibutuhkan dalam tim. Terlebih dalam situasi pertandingan yang menuntut tekanan tinggi.
“Yang penting adalah bagaimana mengarahkannya agar tetap positif untuk tim,” tandasnya.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi