HALOJEMBER – Suasana di internal Real Madrid kian memanas setelah pelatih Alvaro Arbeloa melontarkan pernyataan kontroversial terkait sulitnya menjuarai kompetisi domestik musim ini.
Arbeloa secara terang-terangan menyebut bahwa memenangkan gelar Liga Champions terasa jauh lebih mudah bagi Los Blancos dibandingkan harus bersaing memperebutkan trofi La Liga.
Pernyataan ini muncul di tengah merosotnya performa tim yang kini tertinggal sembilan poin dari Barcelona di puncak klasemen.
Baca Juga: Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid? Jawaban Pelatih Benfica Ini Bikin Heboh Bursa Pelatih 2026
Bagi kamu yang setia mengikuti perkembangan El Real, rasa frustrasi sang pelatih ini dianggap sebagai puncak dari rentetan hasil negatif di bulan April, termasuk kekalahan dari Mallorca dan hasil imbang kontra Girona yang terjadi secara organik di lapangan hijau.
Sorotan utama Arbeloa tertuju pada kepemimpinan wasit La Liga yang dinilai kerap merugikan timnya dalam momen-momen krusial.
Salah satu insiden yang paling membekas bagi kamu adalah ketika Kylian Mbappe dijatuhkan secara kasar di kotak penalti saat laga melawan Girona, namun wasit Javier Alberola Rojas tetap melanjutkan permainan tanpa intervensi VAR.
Baca Juga: Sapu Bersih 7 Laga Sisa! Real Madrid Wajib Tekuk Alaves Demi Jaga Peluang Juara La Liga
Padahal, insiden tersebut berakibat cukup fatal hingga membuat Mbappe harus menerima tiga jahitan di bagian atas matanya akibat pukulan dari bek lawan.
Arbeloa menganggap rentetan keputusan tidak adil ini sebagai masalah yang terus berulang setiap minggunya, sehingga membuat perjuangan mengejar gelar liga terasa tidak seimbang dibandingkan dengan kompetisi di tingkat Eropa yang lebih objektif.
Menariknya, kritik keras Arbeloa ini didukung oleh pandangan dari anggota Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA), Marta Frias, yang menilai insiden Kylian Mbappe tersebut memang layak membuahkan penalti karena adanya tindakan ceroboh.
Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Alaves di La Liga: Ambisi Los Blancos Kejar Barcelona dan Amankan Poin Penuh
Hal ini semakin memperkuat argumen bahwa faktor eksternal memang turut memengaruhi posisi Madrid di tabel klasemen saat ini selain faktor teknis pemain.
Namun, jika kamu melihat secara statistik, terdapat paradoks besar di mana Madrid memang lebih dominan di Eropa dibandingkan di Spanyol dalam dua dekade terakhir.
Inkonsistensi saat menghadapi tim-tim papan bawah seperti Osasuna dan Getafe disinyalir menjadi penyebab utama mengapa trofi domestik sulit diraih secara berturut-turut oleh raksasa ibu kota ini sejak tahun 2008.
Kini, nasib Arbeloa di kursi pelatih dilaporkan tengah berada di ujung tanduk seiring dengan keputusan petinggi klub yang mulai menentukan langkah untuk musim depan.
Pertandingan kontra Deportivo Alaves pada Rabu, 22 April 2026, akan menjadi ujian mental bagi seluruh skuad untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari tekanan isu skandal wasit.
Kemenangan mutlak di Santiago Bernabeu adalah harga mati jika kamu masih ingin melihat Real Madrid memberikan perlawanan hingga pekan terakhir liga.
Terus pantau portal Halo Jember untuk mendapatkan analisis taktik dan berita terbaru mengenai perjuangan para pemain Madrid dalam menghadapi rintangan di kompetisi domestik yang kian menantang buat kamu.
Editor : Rifki Bagus