Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ciri-ciri Orang yang Diduga Kena Pelet: Ini Mitos dan Gejala Psikologis

Halo Jember • Jumat, 23 Mei 2025 | 02:11 WIB
 
Ilustrasi seorang perempuan yang putus cinta dan tergila-gila dengan pasangannya (Sumber foto: Pexels.com)
Ilustrasi seorang perempuan yang putus cinta dan tergila-gila dengan pasangannya (Sumber foto: Pexels.com)
HALO JEMBER - Pelet dipercaya mampu memengaruhi hati dan pikiran seseorang secara gaib.

Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, masih banyak masyarakat yang mempercayai keberadaan pelet dan bahkan mencari tanda-tanda seseorang yang diduga mengalaminya.

Berikut beberapa ciri-ciri yang kerap dikaitkan dengan orang yang “ kena pelet”:
Pertama, munculnya rasa cinta atau ketertarikan yang tiba-tiba dan berlebihan kepada seseorang yang sebelumnya biasa saja.

Orang tersebut bisa mendadak obsesif, selalu ingin dekat, atau bahkan rela melakukan apa saja untuk si target.

Kedua, mengalami perubahan perilaku ekstrem tanpa sebab yang jelas.

Misalnya, seseorang yang tadinya pendiam bisa menjadi ceria berlebihan, atau sebaliknya, jadi murung dan menyendiri secara drastis.

Ketiga, sulit tidur atau sering bermimpi tentang orang tertentu secara berulang-ulang.

Hal ini dianggap sebagai tanda bahwa pikiran korban mulai “dikendalikan” secara gaib.
Keempat, merasa gelisah, jantung berdebar tanpa sebab, hingga kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan.

Gejala ini bisa saja terjadi secara fisik karena faktor psikologis maupun sugesti.

Kelima, munculnya keluhan aneh seperti badan terasa panas di malam hari, kepala berat, atau dada sesak jika berada jauh dari orang tertentu.

Namun perlu diingat, banyak dari gejala ini juga mirip dengan gangguan psikis seperti stres, depresi, atau kecemasan berlebih.

Para psikolog menekankan pentingnya analisa rasional sebelum menyimpulkan bahwa seseorang terkena pelet.

Jika perubahan perilaku terjadi secara ekstrem dan mendadak, ada baiknya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater terlebih dahulu.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi spiritual agar tidak mudah terjebak dalam sugesti dan prasangka yang bisa merugikan orang lain.

Percaya atau tidak terhadap pelet memang hak setiap individu, namun menyikapinya dengan bijak tetap menjadi pilihan terbaik.

Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa

Editor : Dwi Siswanto
#sulit tidur #merasa gelisah #pelet #sugesti #kena pelet