Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kurangi Plastik lewat Kantin Sehat di CSAP SMKN 5 Jember

Dwi Siswanto • Kamis, 7 Desember 2023 | 14:56 WIB
CINTAI LINGKUNGAN: Kegiatan penghijauan dengan penanaman pisang musa ingens di SMKN 5 Jember menjadi salah satu pokja yang ada di calon sekolah adiwiyata provinsi tersebut.
CINTAI LINGKUNGAN: Kegiatan penghijauan dengan penanaman pisang musa ingens di SMKN 5 Jember menjadi salah satu pokja yang ada di calon sekolah adiwiyata provinsi tersebut.

SMKN 5 Jember menjadi calon sekolah adiwiyata provinsi (CSAP) Jatim. Beberapa kegiatan dilakukan bersama siswa hingga guru. Penyadaran pentingnya mencintai lingkungan juga ditanamkan ke wali murid.

Kepala SMKN 5 Jember Priwahyu Hartanti mengatakan, sekolah adiwiyata tidak sekadar menampilkan sekolah hijau yang banyak ditumbuhi pepohonan. Lebih dari itu, terdapat 10 kelompok kerja (pokja) yang harus dijalankan sekolah adiwiyata. Tantangan terberat adalah menyukseskan pokja kantin sehat. Apalagi setiap tahun selalu ada siswa baru. “Sosialisasi, memberikan pemahaman, hingga contoh harus dijalankan terus-menerus. Termasuk ke siswa baru,” terangnya.

SMKN 5 Jember menjadi calon sekolah adiwiyata provinsi (CSAP) tersebut. Terdapat 10 pokja yang harus dilakukan. Antara lain pokja taman, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan sekolah, kantin sehat, mading, rohis, toga, biopori, labeling, dan penghijauan. “Setiap pokja ini ada koordinatornya. Agar betul-betul berjalan,” paparnya.

Menurutnya, untuk pelaksanaan toga, labeling, hingga penghijauan bisa dijalankan. Namun, tantangan terbesar adalah pelaksana pokja kantin sehat. “Selain menjaga kualitas dan higienitas makanan di kantin. Kantin juga bisa menyumbang sampah plastik,” tuturnya.

Oleh karena itu, mulai dari siswa, pihak kantin, hingga wali murid juga perlu diedukasi untuk bersama-sama menyukseskan pengurangan pemakaian sampah plastik di lingkungan sekolah. Siswa pun diwajibkan membawa wadah makanan dan minuman sendiri dari rumah. Hal itu juga perlu didukung oleh orang tua. “Jadi, wali murid juga menyiapkan tempat makanan dan minuman bagi anaknya. Bisa beserta bekal ataupun tidak. Bila mau beli makanan di kantin, tidak perlu bungkus plastik lagi dari pedagang. Begitu pula dengan air minumnya,” paparnya.

Penerapan kantin sehat juga dilakukan secara berkala dan konsisten. Hingga saat ini, kata dia, 80 persen siswa SMKN 5 Jember telah membawa tumbler sendiri. “Oktober sampai Desember masih kami beri toleransi siswa yang tidak membawa tumbler. Bila tidak membawa, bisa beli tumbler untuk makanan dan minuman yang bisa dipakai berkali-kali dengan harga terjangkau,” tuturnya. (c2/dwi)

Editor : Dwi Siswanto