Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Anak-anak Senduro Lumajang Pertahankan Kesenian Tari Daerah

Halo Jember • Kamis, 1 Februari 2024 | 23:38 WIB

ANGGUN: Anak-anak di Desa Senduro, Kecamatan Lumajang ketika menari bersama untuk mengurangi kecanduan gawai. (Foto : Dok Radar Jember)
ANGGUN: Anak-anak di Desa Senduro, Kecamatan Lumajang ketika menari bersama untuk mengurangi kecanduan gawai. (Foto : Dok Radar Jember)


HALOJEMBER.COM- Indonesia memiliki keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke. Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas seperti tarian, musik, pakaian adat, makanan hingga rumah adat. keberagaman ini harus dijaga dan dilestarikan karena merupakan identitas suku bangsa.

Mengajarkan budaya kepada anak-anak merupakan salahsatu upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak di Desa Senduro, Kecamatan Lumajang.

Anak-anak ini memilih untuk mempelajari kebudayaan daerah dengan belajar tradisional. Ada sekitar 50 anak ikut serta dalam kegiatan itu. Mereka berasal dari berbagai tingkatan.

Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

Setiap minggu Galuh dan teman-temannya berkumpul di sanggar tari Sinto Laras. mereka membawa sampur dan peralatan lainnya untuk belajar menari.

Dengan diiringi alunan musik, anak-anak menari dengan penuh penghayatan.

Galuh ingin mempertahankan tarian tradisional. Meskipun sulit namun Galuh tetap semangat melakukannya.

“Kalau ini memang keinginan diri saya. Waktu itu lihat teman-teman latihan kok tertarik, akhirnya saya ikut juga,” tutur Galuh salah satu siswa Sanggar Tari Sinto Laras.

Tari tradisional ada banyak macamnya. Mulai yang mudah hingga yang sulit tergantung jenis tariannya. Namun semua itu bisa dilakukan oleh anak-anak di sanggar tari Sito Laras.

Anak-anak berlatih dengan serius mengikuti pelatih mereka. Namun, ada beberapa jenis tarian dengan gerakan yang cukup susah.

Sehingga membutuhkan fokus yang tinggi. Tapi itu semua bisa dilakukan oleh anak-anak.

“Memang kita melatih anak-anak dari gerakan dasar dulu ke tingkatan yang tinggi. Tapi kita buat beberapa kelompok tergantung dari usia mereka,” tutur pelatih tari Solati Aslami.

Selain itu menurut pelatih tari Solati Aslami mengaku jika dirinya senang dengan banyaknya anak-anak yang tergabung dalam sanggar tari.

Sehingga tarian tradisional tetap banyak peminatnya di tengah-tengah gempuran budaya barat.

“Saya sudah merintis ini sudah lama. Awalnya cuma lima orang sekarang jadi 50 orang yang tergabung. Memang sasaran saya anak-anak kecil karena ini menanamkan dan mempertahankan kesenian daerah sejak dini,” pungkasnya.

Dia menambahkan jika sejauh ini tarian yang dilakukan anak-anak juga bisa diciptakan sendiri. Sudah ada sekitar 7 tarian yang diciptakan dan berhasil membuat penonton takjub.

“Memang kita juga menciptakan sendiri tarian tradisional. Dengan berkolaborasi dengan seni musik karawitan untuk menghasilkan musik dengan gerakan yang sesuai,” pungkasnya.

Editor : Halo Jember
#Tari Daerah #budaya #kebudayaan #lumajang #kesenian