HALOJEMBER.COM – Tahun baru Imlek menjadi momen yang selalu dinantikan oleh umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Kehangatan perayaan Imlek terasa ditengah masyarakat Jember.
Selain merayakan Imlek doa lintas agama juga dipanjatkan untuk menyongsong pemilu damai di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San Kecamatan Panti, Sabtu (10/2).
Doa bersama ini dihadiri sejumlah umat perwakilan agama Budha, konghucu, Islam, Katolik,Kristen dan aliran kepercayaan. Mereka melingkar dan melangitkan doa.
Suasana harmonis kebhinekaan begitu terasa. Semua berkumpul menjadi satu menepis perbedaan. Setiap perwakilan agama silih berganti memimpin doa memanjatkan harapan.
Koordinator Forum Silaturahmi Antar Agama dan Elemen Masyarakat (Sila Emas) Jember Ignatius Sumarwiadi menyampaikan, tahun baru imlek bukan hanya menjadi perayaan agama Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Tetapi menjadi hajat bersama apalagi berdekatan dengan pesta demokrasi.
“Rayakan perbedaan karena kita memiliki pusaka luar biasa, bhineka tunggal ika, yang bisa menjadikan hidup rukun bersama, bersatu di tengah perbedaan,” ucapnya.
Doa dipanjatkan berharap pemilu berjalan baik tanpa ada perselisihan. Soal pilihan boleh berbeda tapi persatuan, kerukunan dan kedamaian tetap nomor satu.
Menurutnya, siapapun pemimpin yang terpilih nanti, rakyat harus lapang dada menerima.
Sebab yang terpenting, semua masyarakat Indonesia khususnya Jember kembali hidup rukun meski berbeda pilihan.
“Kembali bersatu menatap masa depan Indonesia Raya yang kita cita-citakan, mari rayakan imlek dan menyongsong demokrasi dengan penuh suka cita,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Peace Leader Indonesia Redy Saputro menyebut, gelar perayaan imlek dan doa bersama tersebut menjadi simbol perdamaian.
Kegiatan ini juga membawa pesan khusus untuk para generasi muda. “Agar melek perdamaian, pemilu damai dan sejuk,” terangnya.
Puluhan orang hadir dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Dengan gembira dan penuh suka cita merayakan Imlek dan memanjatkan doa.
Kegiatan ditutup dengan pertunjukkan seni kebudayaan dan umat Konghucu melaksanakan ritual ibadah.
Editor : Halo Jember